Inews Combat Sports – UFC Vegas 113 seharusnya menjadi pemanasan seru menuju fight night di Meta APEX, Las Vegas. Namun, suasana justru berubah tegang ketika hasil timbang badan resmi memperlihatkan kekacauan besar. Empat petarung gagal mencapai batas divisi, dan yang paling menyita perhatian, dua di antaranya bahkan datang dengan kelebihan berat sampai lima pon. Ini bukan sekadar kesalahan kecil, melainkan sinyal bahwa proses weight cut di UFC masih sering berjalan brutal dan tidak terkendali. Selain itu, momen seperti ini selalu terasa menyakitkan bagi lawan yang disiplin menjaga angka, karena kerja keras mereka seolah “dibalas” dengan ketidakadilan. Di sisi lain, penonton juga dibuat kecewa karena fight card yang seharusnya rapi malah dipenuhi drama non-teknis. Malam itu, timbang badan terasa seperti arena konflik sebelum pertarungan dimulai.
Muin Gafurov dan Gianni Vazquez Sama-Sama Datang di 141 Pon
Dua nama yang paling disorot adalah Muin Gafurov dan Gianni Vazquez. Keduanya dijadwalkan tampil di kelas bantamweight, tetapi sama-sama muncul dengan angka 141 pon. Itu artinya mereka lima pon di atas batas non-title bantamweight, sebuah selisih yang tidak bisa dianggap sepele. Menariknya, Gafurov baru pertama kali gagal timbang dalam lima pertarungan UFC, sehingga publik melihat ini sebagai kemunduran besar dalam profesionalisme. Sementara itu, Vazquez punya alasan yang lebih “masuk akal” karena ia masuk sebagai pengganti dadakan setelah Said Nurmagomedov mundur karena masalah visa. Meski begitu, alasan tidak selalu menghapus fakta bahwa kelebihan lima pon tetap memberi keuntungan fisik. Pada titik ini, UFC kembali dipaksa menghadapi pertanyaan klasik: sampai kapan kekacauan timbang badan dibiarkan jadi kebiasaan?
“Baca Juga : Daud Yordan: Legenda Tinju Indonesia yang Masih Jadi Magnet“
Kasus Gafurov Mengingatkan bahwa Pengalaman Tidak Selalu Menyelamatkan
Dalam cerita Gafurov, ada ironi yang sulit diabaikan. Ia dikenal sebagai petarung veteran 12 tahun, dan di atas kertas seharusnya lebih matang soal manajemen tubuh. Namun, justru di UFC Vegas 113 ia gagal menembus batas yang selama ini selalu ia lewati. Satu-satunya catatan miss weight sebelumnya terjadi di LFA pada 2022, dan saat itu ia hanya kelebihan 0,2 pon. Bedanya, kali ini jaraknya jauh lebih besar, sehingga wajar jika publik bertanya apakah ada masalah serius dalam camp latihan atau perencanaan weight cut. Selain itu, banyak penggemar merasa gagal timbang bukan hanya soal angka, melainkan soal rasa hormat kepada lawan. Walaupun fight tetap berjalan, kesan “mengambil jalan pintas” selalu melekat. Secara emosional, momen ini membuat Gafurov terlihat seperti petarung yang kehilangan kontrol, bukan veteran yang siap bertarung.
Vazquez Masuk Dadakan, tetapi Kelebihan Berat Tetap Jadi Masalah
Gianni Vazquez memang tidak datang dalam kondisi ideal. Ia baru dipanggil pekan ini, menggantikan Said Nurmagomedov yang mundur karena kendala visa. Dalam situasi seperti itu, publik biasanya lebih memaklumi karena waktu persiapan sangat pendek. Namun, di sisi lain, angka 141 pon tetap menimbulkan kontroversi. Vazquez sebelumnya bertarung di 125 pon pada laga terakhirnya, tetapi ia pernah tampil sampai 155 pon, yang menunjukkan tubuhnya bisa berubah drastis tergantung kebutuhan. Jadi, ketika ia gagal timbang lima pon, sebagian orang melihatnya bukan sekadar efek short notice, melainkan akibat ketidaksiapan sistematis. Selain itu, UFC sering memakai narasi “pengganti dadakan” sebagai alasan, padahal lawan tetap harus menerima risiko lebih besar. Pada akhirnya, publik selalu bertanya: apakah catchweight benar-benar solusi, atau hanya cara menambal masalah tanpa menyembuhkannya?
“Baca Juga : Mike Tyson Mendukung Muhammad Ali Revival Act di Dunia Tinju“
Wang Cong dan Eduarda Moura Sama-Sama Gagal, Laga Mereka Tetap Jalan
Drama UFC Vegas 113 semakin aneh karena Wang Cong dan Eduarda Moura, yang dijadwalkan saling bertarung, justru sama-sama gagal timbang. Situasi ini membuat hasilnya terasa seperti duel yang sudah “bermasalah” bahkan sebelum dimulai. Namun, UFC mengambil keputusan berbeda dibanding kasus Gafurov dan Vazquez. Laga Wang vs Moura tetap berlangsung sebagai catchweight, tetapi tanpa penalti potongan purse untuk keduanya. Keputusan ini bisa dipahami karena tidak ada pihak yang benar-benar dirugikan secara berat badan, sebab keduanya berada dalam kondisi yang sama. Meski begitu, publik tetap menilai ini sebagai bukti bahwa sistem timbang badan UFC sedang tidak sehat. Selain itu, kasus seperti ini membuat fans mempertanyakan kualitas kontrol atlet dan tim mereka. Dalam olahraga yang menuntut disiplin ekstrem, kegagalan timbang ganda tetap terasa seperti kegagalan kolektif, bukan sekadar kesalahan individu.
UFC Sudah Dua Kali Dipermalukan di Awal 2026, dan Ini Jadi Episode Berikutnya
Yang membuat cerita UFC Vegas 113 terasa lebih buruk adalah konteksnya. Kekacauan timbang badan ini bukan kasus tunggal, melainkan bagian dari tren memalukan yang sudah terjadi sejak awal 2026. Sebelumnya, di UFC 324 pada 24 Januari, Cameron Smotherman pingsan setelah turun dari timbangan, dan pertarungannya langsung dibatalkan. Lalu, pada UFC 325, finalis Road to UFC Aaron Tau tertangkap curang di timbangan, kehilangan peluang kontrak, bahkan akhirnya dilepas. Jadi, ketika empat petarung gagal timbang di UFC Vegas 113, publik tidak lagi terkejut, melainkan lelah. Selain itu, setiap insiden baru membuat reputasi UFC seperti liga yang membiarkan praktik weight cut ekstrem terus berlangsung. Dalam jangka panjang, ini bukan hanya soal event yang kacau, melainkan soal keselamatan atlet dan kredibilitas kompetisi.
Sanksi 25 Persen untuk Gafurov dan Vazquez, tetapi Wang vs Moura Tanpa Penalti
UFC akhirnya mengumumkan bahwa laga Gafurov vs Jakub Wiklacz dan Vazquez vs Javid Basharat tetap berlangsung, tetapi dalam format catchweight. Selain itu, Gafurov dan Vazquez harus menyerahkan 25 persen dari purse mereka sebagai hukuman. Angka ini cukup besar, dan biasanya bertujuan membuat petarung jera. Namun, di sisi lain, banyak fans merasa penalti uang tidak selalu cukup, karena keuntungan fisik dari berat badan sering lebih bernilai daripada potongan purse. Sementara itu, duel Wang vs Moura juga berubah menjadi catchweight, tetapi tanpa potongan bayaran untuk keduanya. Keputusan ini terlihat “adil” karena keduanya sama-sama gagal timbang. Meski begitu, sistem yang membiarkan empat miss weight dalam satu event tetap terasa rapuh. Pada akhirnya, UFC terlihat seperti organisasi yang terus memadamkan api, tetapi tidak pernah memperbaiki sumber percikannya.
Mario Bautista dan Vinicius Oliveira Jadi Satu-Satunya Napas Lega di Tengah Kekacauan
Di tengah kekacauan, Mario Bautista dan Vinicius Oliveira justru menjadi cerita yang sedikit menenangkan. Keduanya sukses mencapai batas bantamweight, dengan Bautista di 135,5 pon dan Oliveira di 136 pon. Ini penting karena laga mereka adalah main event, dan publik tentu tidak ingin pertarungan utama berubah jadi drama catchweight. Apalagi, Oliveira sempat menjadi sorotan sebelum event karena mengungkap bahwa ia biasanya memulai camp dengan berat sekitar 50 pon di atas limit bantamweight. Bahkan, ia mengaku masih 30 pon lebih berat saat memasuki fight week. Dengan latar seperti itu, keberhasilan Oliveira mencapai angka resmi terasa seperti kemenangan kecil atas tubuhnya sendiri. Selain itu, momen ini menunjukkan bahwa disiplin masih mungkin, walau sistemnya keras. Jadi, meskipun weigh-in UFC Vegas 113 berantakan, setidaknya main event tetap berjalan sesuai rencana.