Inews Combat Sports – Persaingan panas antara Jose Aldo dan Conor McGregor pernah menjadi salah satu cerita terbesar UFC. Namun, satu dekade kemudian, hubungan keduanya berubah menjadi lebih hangat dan penuh rasa hormat. Aldo kini bahkan memberikan saran kepada mantan rivalnya setelah Conor McGregor mengalami cedera lutut dalam duel ulang melawan Max Holloway di UFC 329. Pertarungan tersebut seharusnya menjadi panggung besar bagi kembalinya McGregor setelah lima tahun absen. Sayangnya, harapan itu runtuh hanya dalam waktu singkat. McGregor mengalami cedera setelah mencoba tendangan melompat pada awal pertarungan. Kondisi tersebut membuat laga berhenti dan Holloway keluar sebagai pemenang. Aldo melihat kejadian itu sebagai momen yang menyedihkan bagi olahraga ini. Terlepas dari sejarah panjang persaingan mereka, petarung Brasil tersebut tetap berharap McGregor dapat pulih dengan baik dan kembali bertarung dalam kondisi fisik serta mental yang kuat.
Comeback Lima Tahun Berakhir dengan Rasa Kecewa
McGregor kembali memasuki oktagon pada Juli 2026 dengan harapan besar. Sebelumnya, ia tidak bertarung selama lima tahun setelah mengalami patah kaki dalam duel melawan Dustin Poirier pada 2021. UFC kemudian mempertemukannya kembali dengan Max Holloway di UFC 329. Pertemuan tersebut menarik perhatian karena McGregor pernah mengalahkan Holloway pada 2013. Namun, duel kedua mereka berubah menjadi malam yang pahit. McGregor membuka pertarungan dengan tendangan melompat, lalu mendarat dengan posisi yang buruk. Lututnya langsung bermasalah dan membuat gerakannya terbatas. Ia sempat mencoba melanjutkan pertarungan, tetapi kondisinya tidak memungkinkan. Wasit akhirnya menghentikan laga setelah 69 detik. Pemeriksaan kemudian menunjukkan cedera ACL dan meniskus. Setelah menjalani operasi pada Agustus, McGregor memulai perjalanan panjang menuju pemulihan. Meski menghadapi hambatan berat, mantan juara dua divisi UFC itu tetap menunjukkan keyakinan bahwa kariernya belum selesai.
Baca Juga : Lovlina Borgohain Amankan Medali Asian Games, Kini Memburu Tiket Final
Jose Aldo Menyarankan McGregor Kembali ke Lightweight
Di tengah proses pemulihan tersebut, Jose Aldo menawarkan pandangan menarik tentang masa depan McGregor. Menurut Aldo, petarung Irlandia itu sebaiknya mempertimbangkan kembali kelas lightweight atau 155 pound. Aldo menilai struktur tubuh McGregor masih cocok untuk bertarung pada kelas tersebut. Namun, ia menyadari McGregor kini memiliki massa otot dan berat badan yang jauh lebih besar. Karena itu, Aldo menyarankan perubahan pola makan jika McGregor benar-benar ingin turun kelas. Langkah tersebut tentu membutuhkan proses yang terencana dan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. McGregor telah bertarung di beberapa kelas sepanjang karier UFC-nya. Setelah meninggalkan featherweight, ia tampil di lightweight dan welterweight. Meski demikian, Aldo melihat peluang menarik pada 155 pound. Menurutnya, satu kemenangan penting dapat kembali membuka jalan McGregor di divisi tersebut. Saran itu menunjukkan bahwa Aldo masih melihat mantan rivalnya sebagai petarung yang mampu menarik perhatian besar.
Lightweight Dinilai Masih Menawarkan Peluang Menarik
Aldo juga menilai situasi divisi lightweight bisa memberikan peluang bagi McGregor jika ia kembali dalam kondisi terbaik. Namun, jalan tersebut tentu tidak mudah. McGregor sudah lama tidak meraih kemenangan di UFC, sementara persaingan kelas 155 pound terus bergerak. Meski demikian, nama besar dan rekam jejaknya tetap memberi daya tarik tersendiri. Aldo percaya sebuah kemenangan atas lawan yang tepat dapat mengubah posisi McGregor dengan cepat. Pandangan itu bukan jaminan bahwa ia akan langsung mendapatkan kesempatan memperebutkan gelar. Sebaliknya, komentar Aldo menunjukkan betapa cepatnya arah sebuah divisi dapat berubah dalam olahraga MMA. Bagi McGregor, tantangan terbesar sekarang bukan menentukan lawan berikutnya. Ia harus mengembalikan kondisi lututnya terlebih dahulu. Setelah itu, ia bersama tim perlu menentukan kelas yang paling sesuai. Keputusan tersebut akan memengaruhi proses latihan, pola makan, pemulihan, dan strategi untuk kemungkinan comeback pada 2027.
Baca Juga : Mai Soliman Hadapi Maria Micheo, Perebutkan Tiket Gelar Dunia WBC
John Kavanagh Punya Pandangan Berbeda Soal Berat Badan
Saran Aldo berbeda dengan pandangan pelatih lama McGregor, John Kavanagh. Sebelum UFC 329, Kavanagh menilai kelas welterweight atau 170 pound terasa lebih nyaman bagi anak asuhnya. Menurutnya, tubuh McGregor saat ini cocok untuk berat tersebut. Karena itu, menurunkan tambahan 15 pound menuju lightweight membutuhkan alasan yang sangat kuat. Perbedaan pandangan ini menggambarkan keputusan sulit yang menunggu McGregor setelah pulih. Bertarung pada 170 pound memungkinkan dirinya mempertahankan massa tubuh yang sudah terbentuk. Sebaliknya, kembali ke 155 pound bisa membuka pilihan lawan yang berbeda. Namun, proses penurunan berat badan juga dapat membawa tantangan besar, terutama setelah operasi lutut dan masa pemulihan panjang. McGregor kini berusia 38 tahun sehingga timnya perlu mempertimbangkan setiap langkah secara hati-hati. Pada akhirnya, kesehatan dan kemampuan tubuh merespons latihan kemungkinan akan menentukan kelas terbaik bagi perjalanan terakhirnya di dalam oktagon.
Hubungan Aldo dan McGregor Kini Berubah Menjadi Respek
Komentar Aldo terasa semakin menarik jika melihat sejarah kedua petarung. Pada 2015, rivalitas mereka dipenuhi ketegangan menjelang UFC 194. McGregor akhirnya merebut gelar featherweight setelah menjatuhkan Aldo hanya dalam 13 detik. Kekalahan tersebut menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam perjalanan panjang Aldo sebagai juara. Namun, waktu perlahan mengubah hubungan mereka. Kini, Aldo berbicara tentang McGregor tanpa membawa kembali panasnya persaingan masa lalu. Ia justru berharap mantan rivalnya dapat kembali sehat secara fisik dan mental. Sikap tersebut memperlihatkan sisi manusia dari olahraga tarung yang sering tertutup oleh promosi dan rivalitas. Para petarung dapat saling menyerang ketika pintu oktagon tertutup, tetapi rasa hormat sering tumbuh setelah perjalanan panjang mereka berakhir. Dalam kasus Aldo dan McGregor, persaingan yang dahulu terasa sangat pribadi kini berubah menjadi hubungan yang lebih dewasa. Bahkan, Aldo masih berharap McGregor mampu menciptakan pertarungan besar lagi.
Jalan Panjang McGregor Menuju Oktagon Belum Berakhir
Saat ini, fokus terbesar McGregor adalah memulihkan lututnya sebelum membicarakan pertarungan berikutnya. Ia menjalani operasi pada Agustus setelah cedera di UFC 329 dan menunjukkan keyakinan tinggi terhadap proses pemulihannya. McGregor sebelumnya pernah mengalami cedera ACL ketika menghadapi Holloway pada 2013. Saat itu, ia berhasil kembali bertanding setelah menjalani rehabilitasi panjang. Namun, situasi sekarang berbeda karena usia, riwayat cedera, dan lama absennya menjadi faktor penting. Karena itu, rencana comeback pada 2027 membutuhkan kesabaran besar. Aldo pun tidak hanya berbicara mengenai kelas berat. Ia berharap McGregor kembali dalam kondisi fisik dan mental yang baik. Pesan tersebut terasa sederhana, tetapi sangat relevan bagi seorang petarung yang telah menghadapi beberapa cedera serius. McGregor masih memiliki ambisi untuk kembali. Namun, sebelum lampu arena kembali menyala, perjalanan terpentingnya berlangsung jauh dari sorotan, melalui rehabilitasi dan latihan yang harus ia jalani setiap hari.