Inews Combat Sports – Matt Brown, mantan petarung UFC, mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap pertarungan interim antara Justin Gaethje dan Paddy Pimblett di UFC 324. Ia merasa Arman Tsarukyan, yang seharusnya menjadi kandidat utama untuk gelar juara, malah terabaikan. Menurut Brown, UFC tidak memprioritaskan yang terbaik dalam olahraga ini. Ia menganggap pertarungan Gaethje vs Pimblett lebih condong ke hiburan, bukan olahraga murni. Kritik ini datang karena UFC justru melanjutkan pertandingan antara Gaethje dan Pimblett, meskipun Tsarukyan memiliki peringkat yang lebih tinggi.
Arman Tsarukyan: Terabaikan dalam Pencarian Gelar
Arman Tsarukyan adalah nama yang tak terbantahkan dalam divisi ringan UFC. Namun, meskipun ia memiliki peringkat yang lebih baik daripada Gaethje dan Pimblett, ia tidak diberi kesempatan untuk bertarung memperebutkan gelar. Tsarukyan sebelumnya dijadwalkan melawan Islam Makhachev untuk perebutan gelar pada Januari 2025, tetapi cedera di minggu pertarungan menggagalkan kesempatan tersebut. Tsarukyan kembali bertarung pada November dan meraih kemenangan besar, namun masih tidak mendapat kesempatan untuk melawan Ilia Topuria yang sedang vacum.
“Baca Juga : Momen Ikonik MMA 2025: Knockout Spektakuler Mauricio Ruffy atas King Green“
Gaethje vs. Pimblett: Pertarungan yang Tidak Pantas
Menurut Matt Brown, pertandingan antara Gaethje dan Pimblett di UFC 324 adalah pertarungan yang tidak sesuai dengan semangat kompetisi olahraga. Brown menyebutnya sebagai “pertarungan sampah” yang hanya dijadikan ajang hiburan tanpa mempertimbangkan posisi sebenarnya di dalam divisi. Ia berpendapat bahwa jika UFC benar-benar fokus pada sportivitas, Tsarukyan yang seharusnya bertarung melawan Ilia Topuria untuk gelar utama, bukan kedua petarung ini. Namun, UFC memilih untuk mengadakan pertandingan antara Gaethje dan Pimblett demi keuntungan komersial.
Matt Brown: Tsarukyan Lebih Layak Dapatkan Gelar
Brown tidak ragu mengatakan bahwa Tsarukyan lebih layak mendapatkan kesempatan untuk merebut gelar juara dunia. Ia menyatakan bahwa Tsarukyan memiliki kemampuan untuk mengalahkan Gaethje maupun Pimblett. Bahkan, Brown berani bertaruh bahwa Tsarukyan akan menang jika diberikan kesempatan bertarung melawan keduanya. Menurutnya, UFC telah melakukan ketidakadilan dengan menunda kesempatan Tsarukyan hanya karena cedera yang terjadi pada waktu yang tidak tepat.
“Baca Juga : Gaethje vs Pimblett: Duel Seru di UFC 324 yang Tak Boleh Dilewatkan“
UFC: Hiburan atau Olahraga?
Brown mengingatkan bahwa UFC sekarang lebih fokus pada hiburan daripada kompetisi olahraga yang sebenarnya. Ia menyebutkan bahwa UFC telah berubah menjadi perusahaan yang lebih mengutamakan sisi hiburan daripada mempertemukan petarung terbaik dengan petarung terbaik. Ini adalah masalah besar bagi petarung seperti Tsarukyan yang telah bekerja keras dan layak mendapatkan kesempatan tersebut. Brown berharap UFC akan lebih adil dalam memberikan kesempatan kepada petarung yang benar-benar layak, bukan hanya berdasarkan popularitas atau rating televisi.
Masa Depan Arman Tsarukyan dan UFC 324
Dengan pertandingan Gaethje dan Pimblett yang akan mendominasi UFC 324, masa depan Tsarukyan masih penuh tanda tanya. Brown berharap UFC akhirnya akan memberikan kesempatan kepada Tsarukyan untuk bertarung melawan Ilia Topuria. Jika Tsarukyan diberikan kesempatan itu, Brown yakin dia bisa menjadi juara dan membawa kehormatan sejati ke dalam divisi ringan. Namun, jika UFC terus menjalankan kebijakan ini, banyak orang akan meragukan apakah UFC masih beroperasi berdasarkan prinsip olahraga atau hanya sekadar hiburan semata.