Perbedaan Bobot 29 Kg, Jake Paul Bisa Lukai Gervonta Davis?
iNews Combat Sports – Pertarungan antara Jake Paul dan Gervonta Davis yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2025 di Atlanta sukses menyita perhatian publik. Namun, bukan hanya karena dua nama besar yang akan naik ring, melainkan karena selisih bobot yang mencolok: Jake Paul lebih berat 29 kilogram dibandingkan Gervonta Davis. Hal ini memunculkan kekhawatiran, bahkan prediksi cedera serius dari kalangan legenda tinju.
Mantan juara dunia kelas menengah super, Carl Froch, menyuarakan kekhawatirannya terhadap pertarungan tersebut. Dalam kanal YouTube miliknya, ia menegaskan bahwa laga ini tergolong ekstrem karena melibatkan tujuh kelas berat berbeda, yang secara regulasi tidak akan disetujui di ajang resmi.
“Kalau Jake Paul mendaratkan satu pukulan telak ke dagu Davis, itu bisa sangat berbahaya. Gervonta tidak terbiasa menerima pukulan dari petinju seberat itu,” ujarnya.
Karena perbedaan bobot yang sangat besar, pertarungan ini tidak akan masuk dalam kategori resmi. Laga akan digelar sebagai pertarungan ekshibisi, tanpa lisensi tinju profesional. Artinya, meskipun kedua petinju masuk ring, hasilnya tidak akan mempengaruhi rekor mereka secara resmi.
Jake Paul memulai karier tinjunya pada tahun 2020 dan hingga kini telah menjalani 13 pertarungan dengan satu kekalahan. Kekalahan tersebut datang dari tangan Tommy Fury pada 2023. Namun, Paul bangkit dengan mengalahkan legenda tinju kelas berat, Mike Tyson, dalam laga ekshibisi yang juga mengundang perhatian dunia.
Kini, Paul dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan menghadapi Anthony Joshua, meskipun pertarungan melawan Davis sedikit menggeser rencana itu.
Sementara itu, Gervonta Davis tetap menjadi salah satu petinju paling berbakat di kelas ringan dengan 30 kemenangan dan satu hasil imbang. Namun, keputusan Davis untuk meninggalkan pertarungan gelar ulang demi menghadapi Jake Paul dianggap kontroversial.
Beberapa pihak menilai langkah ini bisa mengancam status juaranya, sementara yang lain menyebut ini sebagai langkah taktis demi popularitas.
Meskipun pertarungan ini menjanjikan sorotan besar dan potensi keuntungan luar biasa, risiko tetap tak bisa diabaikan. Dengan selisih bobot hampir 30 kilogram, kekhawatiran soal keselamatan Gervonta Davis menjadi sangat masuk akal.
Pertanyaan besarnya: apakah laga ini akan menjadi pertunjukan hiburan belaka, atau malah mencoreng sportivitas tinju? Kita tunggu saja, 14 November nanti.