Inews Combat Sports – Brandon Moreno tolak bertarung di UFC White House dengan jawaban yang singkat namun tegas: “Tidak tertarik.” Pernyataan itu ia sampaikan saat sesi media day menjelang UFC Mexico di Mexico City. Ketika seorang jurnalis menanyakan apakah ia ingin tampil dalam agenda UFC yang direncanakan digelar di halaman Gedung Putih pada 14 Juni, Moreno justru balik bertanya, “Kenapa saya harus ingin berada di sana?” Nada suaranya terdengar dingin, bahkan cenderung menolak mentah-mentah gagasan tersebut. Bagi sebagian orang, tampil di panggung simbolik seperti White House mungkin terasa istimewa. Namun bagi Moreno, hal itu tampaknya tidak memiliki daya tarik personal sama sekali.
Reaksi Dingin yang Picu Spekulasi
Brandon Moreno tolak bertarung di UFC White House tanpa memberi penjelasan panjang. Sikapnya yang lugas memicu spekulasi luas, terutama karena konteks politik di Amerika Serikat yang tengah sensitif. Beberapa pihak menduga sikapnya berkaitan dengan kebijakan pemerintahan terkait isu perbatasan dan imigrasi, yang selama ini menjadi perhatian publik Meksiko. Meski demikian, Moreno sendiri tidak menyebutkan alasan politik secara langsung. Ia hanya mengulang bahwa dirinya tidak tertarik. Jawaban tersebut justru membuat pernyataannya terasa lebih kuat, karena disampaikan tanpa basa-basi dan tanpa kebutuhan untuk memperpanjang polemik.
“Baca Juga : Prestasi Tinju Nasional Indonesia di Kejurnas PERBATI 2026“
Moreno dan Identitas sebagai Juara Meksiko
Brandon Moreno tolak bertarung di UFC White House sebagai sosok yang dikenal sebagai juara UFC pertama asal Meksiko. Identitas ini melekat kuat dalam perjalanan kariernya. Ia selalu tampil dengan kebanggaan membawa bendera negaranya. Oleh karena itu, setiap sikapnya kerap ditafsirkan dalam konteks yang lebih luas dari sekadar olahraga. Moreno bukan hanya atlet, tetapi juga simbol kebangkitan MMA Meksiko di panggung dunia. Ketika ia memilih fokus pada pertarungan di tanah kelahirannya ketimbang tampil di Washington, banyak penggemar melihatnya sebagai bentuk loyalitas terhadap akar dan komunitasnya.
Perjalanan Karier yang Penuh Liku
Brandon Moreno tolak bertarung di UFC White House di tengah fase penting kariernya. Setelah kehilangan sabuk juara dari Alexandre Pantoja dan sempat kalah dari Brandon Royval, ia mengambil jeda dari oktagon pada 2024. Namun, ia bangkit dengan kemenangan atas Amir Albazi dan Steve Erceg. Meski begitu, Desember lalu ia mengalami kekalahan TKO pertama dalam karier profesionalnya saat menghadapi Tatsuro Taira. Kini, Moreno kembali bertarung di UFC Mexico melawan Lone’er Kavanagh. Fokusnya jelas: mengembalikan momentum dan membuktikan bahwa dirinya masih menjadi ancaman di divisi flyweight.
“Baca Juga: Mihai Nistor Resmi Bergabung dengan Zuffa Boxing, Prospek Baru Divisi Heavyweight“
Antara Politik dan Olahraga
Brandon Moreno tolak bertarung di UFC White House menyoroti garis tipis antara politik dan olahraga. UFC sebagai organisasi global tentu memiliki agenda promosi besar, termasuk rencana menggelar acara simbolis di White House. Namun, tidak semua atlet melihatnya sebagai kehormatan. Bagi sebagian petarung, panggung utama tetaplah oktagon, bukan lokasi politik. Moreno tampaknya memilih menjaga jarak dari isu yang berpotensi mengalihkan fokusnya dari karier. Dalam dunia yang semakin terhubung, keputusan pribadi seorang atlet sering kali dibaca sebagai pernyataan sikap yang lebih luas.
Fokus pada Oktagon dan Masa Depan
Brandon Moreno tolak bertarung di UFC White House dan memilih memusatkan perhatian pada laga di Mexico City. Ia dijadwalkan menjadi headline dalam kartu utama yang sangat dinanti penggemar lokal. Bagi Moreno, bertarung di depan publik sendiri mungkin jauh lebih bermakna daripada tampil di halaman Gedung Putih. Atmosfer kampung halaman memberi energi berbeda, terutama setelah periode naik turun dalam kariernya. Dengan sorotan kembali tertuju padanya, Moreno berusaha membangun kembali jalannya menuju perebutan gelar. Sikapnya menunjukkan bahwa prioritas utama tetaplah performa di dalam oktagon, bukan panggung simbolik di luar arena.