Sejarah Baru UFC: Dana White Konfirmasi Laga Akbar di Gedung Putih
iNews Combat Sports – Dunia Mixed Martial Arts (MMA) tengah bersiap mencatat sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya. CEO UFC, Dana White, secara resmi mengumumkan bahwa ajang pertarungan UFC akan digelar di lokasi paling ikonik di Amerika Serikat—Gedung Putih.
Dalam pernyataannya, Dana White menegaskan bahwa rencana laga spektakuler ini telah disetujui usai pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat. Pertarungan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026, bertepatan dengan perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Tanggal tersebut dipilih dengan maksud merayakan kebebasan melalui salah satu cabang olahraga paling keras—MMA.
Meski terdengar mustahil, Dana White memastikan seluruh tantangan logistik telah berhasil diselesaikan. Octagon yang digunakan dalam pertarungan ini berbobot lebih dari 11 ton. Meskipun cuaca sempat menjadi pertimbangan, penyelenggara sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan acara berjalan lancar di area South Lawn, halaman belakang Gedung Putih.
Pertarungan ini juga menjadi bagian dari kemitraan penyiaran terbaru UFC. Penayangan akan dilakukan secara luas melalui televisi nasional dan platform digital, memastikan bahwa momen bersejarah ini bisa disaksikan oleh jutaan penggemar di seluruh dunia.
Hingga kini, daftar petarung yang akan tampil masih menjadi misteri. Namun, dua nama besar mulai santer disebut: Conor McGregor dan Jon Jones. Meskipun peluang Jon Jones disebut sangat kecil, harapan publik terhadap kemunculan McGregor justru semakin besar setelah ia menjalani proses tes yang diperlukan untuk kembali bertarung.
Pertarungan UFC di Gedung Putih bukan sekadar acara olahraga biasa. Ini adalah simbol dari perpaduan antara kekuatan politik, hiburan, dan sejarah nasional. Dengan janji akan menjadi salah satu malam paling bersejarah dalam sejarah olahraga, dunia kini menantikan siapa yang akan menginjakkan kaki di Octagon dan menorehkan namanya dalam sejarah Amerika.