Inews Combat Sports – Jorge Masvidal tak menutupi ambisinya untuk tampil di ajang UFC White House card yang direncanakan pada Juni mendatang. Namun hingga kini, ia mengaku belum menerima kabar resmi dari UFC terkait penampilannya di kartu tersebut. Meski begitu, Masvidal tetap membuka pintu selebar mungkin jika tawaran datang tiba-tiba. Baginya, tampil di acara bersejarah itu adalah momen yang mungkin tak akan terulang. Dengan pengalaman panjang di dunia MMA, ia memahami bahwa momentum seperti ini langka dan bernilai simbolis. Karena itu, ia menegaskan akan menerima siapa pun lawannya jika kesempatan itu benar-benar hadir, sembari tetap menyiapkan rencana alternatif yang tak kalah besar.
Bayang-Bayang Laga Ulang yang Kontroversial
Nama Nate Diaz kembali mencuat ketika publik membahas kemungkinan trilogi antara keduanya. Secara rekor, mereka kini imbang 1-1 setelah Masvidal menang di MMA dan kalah lewat keputusan mayoritas kontroversial dalam duel tinju 2024. Masvidal merasa hasil tersebut tak mencerminkan jalannya pertarungan. Ia mengklaim lebih dominan dalam jumlah dan kualitas pukulan. Meski nada bicaranya keras, ia menyiratkan bahwa trilogi hanya akan terjadi jika benar-benar masuk akal secara kompetitif dan finansial. Ia bahkan menyebut opsi bertarung di disiplin berbeda seperti Muay Thai sebagai kemungkinan menarik. Dengan begitu, rivalitas lama bisa diberi warna baru tanpa sekadar mengulang cerita lama.
“Baca Juga : Ryan Garcia Resmi Jadi Juara Dunia WBC Kelas Welter“
Pengalaman Pahit dan Gugatan Hukum
Di balik wacana trilogi, Masvidal masih menyimpan kekecewaan atas promotor laga tinju sebelumnya. Ia mengungkap telah menggugat perusahaan tersebut karena persoalan pembayaran yang belum lunas. Menurutnya, pengalaman itu menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya memilih mitra promotor yang kredibel. Ia menegaskan telah memenangkan proses arbitrase dan pengadilan, meski proses penagihan tetap berjalan. Bagi Masvidal, reputasi dan kejelasan kontrak menjadi prioritas sebelum menandatangani laga berikutnya. Ia tak ingin pengalaman pahit terulang, terutama ketika mempertaruhkan nama besar dan kondisi fisiknya di atas ring. Sikap tegas itu memperlihatkan kedewasaan seorang veteran yang tak sekadar mengejar sensasi.
Opsi Lawan Baru dan Laga Spektakuler
Selain Diaz, beberapa nama lain disebut berpotensi menjadi lawan Masvidal. Salah satunya Darren Till, mantan rival di UFC yang kini menapaki jalur tinju profesional. Till bahkan mencatat rekor impresif dan menunjukkan daya tarik komersial yang kuat. Masvidal tak menutup kemungkinan untuk menjalani laga ulang jika waktu dan nilai pertandingannya tepat. Ia memahami bahwa pertarungan besar bukan hanya soal dendam lama, tetapi juga soal daya tarik pasar. Dengan pengalaman 52 laga MMA, ia tahu bagaimana membangun narasi yang membuat publik menanti. Oleh sebab itu, setiap keputusan yang diambil akan mempertimbangkan momentum, eksposur, dan tentu saja nilai ekonomi.
“Baca Juga : Fawaz Nicks Davis Menjadi Juara Super Welter British & Commonwealth“
Dukungan UFC dan Rencana Besar Musim Gugur
Menariknya, Masvidal menyebut UFC tetap memberinya ruang untuk mengambil laga tinju besar tanpa memutus kontrak. Hal ini menunjukkan hubungan profesional yang masih terjaga. Ia bahkan mengisyaratkan adanya tawaran pertarungan tinju berskala besar yang bisa “memecahkan internet” saat diumumkan. Meski belum menandatangani kontrak final, pembicaraan disebut hampir rampung. Jika White House card tak terwujud, ia mengaku tetap siap menjalani pertarungan besar lain pada musim gugur. Baginya, fokus utama adalah memastikan laga tersebut membawa keuntungan signifikan bagi dirinya dan keluarganya, sekaligus memperkuat warisannya sebagai petarung lintas disiplin.
Antara Ego, Warisan, dan Uang
Pada akhirnya, Masvidal berbicara lugas tentang motivasinya. Ia tak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga memastikan setiap langkah memberi nilai bagi kariernya. Dalam dunia pertarungan profesional, keputusan sering kali berada di antara ego, warisan, dan kebutuhan finansial. Masvidal memahami betul dinamika itu setelah dua dekade lebih bertarung. Ia menyadari bahwa usia dan waktu tak bisa dilawan, sehingga setiap peluang harus dimanfaatkan dengan cermat. Entah itu trilogi melawan Nate Diaz, duel ulang kontra Darren Till, atau laga besar lainnya, satu hal jelas: Masvidal belum selesai. Ia masih ingin menulis bab berikutnya dengan caranya sendiri, penuh keyakinan dan perhitungan matang.