Inews Combat Sports – Charles Oliveira melihat Justin Gaethje sedang menghadapi salah satu keputusan terbesar dalam perjalanan panjangnya di UFC. Setelah mengalahkan Ilia Topuria dan menyatukan gelar kelas ringan pada Juni lalu, Gaethje memilih tidak kembali bertanding hingga akhir tahun. Bahkan, petarung Amerika Serikat itu membuka kemungkinan pensiun ketika masih menyandang status juara. Bagi Oliveira, pilihan tersebut sepenuhnya berada di tangan Gaethje. Ia memahami bagaimana puluhan pertarungan profesional dapat menguras fisik dan mental seorang petarung. Namun, keputusan Gaethje juga akan memengaruhi arah persaingan kelas ringan. Oliveira sendiri sedang mempersiapkan pertarungan melawan Diego Lopes pada UFC 335. Duel itu menjadi kesempatan penting baginya untuk mempertahankan sabuk BMF sekaligus memperkuat klaim menuju perebutan gelar. Karena itu, masa depan Gaethje kini ikut menentukan siapa yang mendapat kesempatan terbesar berikutnya.
Bayaran Pertarungan Besar Sulit Terulang Menurut Oliveira
Salah satu faktor yang menjadi perhatian Charles Oliveira adalah nilai finansial dari pertandingan besar Justin Gaethje sebelumnya. Oliveira memperkirakan Gaethje tidak akan kembali mendapatkan bayaran sebesar yang diterimanya ketika tampil dalam acara UFC di White House. Menurut petarung berjuluk “Do Bronx” tersebut, pertunjukan itu memiliki daya tarik dan nilai komersial yang tidak biasa. Banyak petarung ingin terlibat karena panggung tersebut menawarkan prestise sekaligus perhatian publik yang sangat besar. Oleh karena itu, Oliveira memahami apabila faktor finansial ikut memengaruhi keputusan Gaethje untuk melanjutkan karier. Pertandingan berikutnya mungkin tetap memberikan pendapatan besar, tetapi situasinya tidak selalu dapat menyamai sebuah acara istimewa. Meski begitu, Oliveira tidak ingin menentukan pilihan untuk rivalnya. Ia menilai hanya Gaethje yang dapat mempertimbangkan kondisi tubuh, motivasi, keluarga, pendapatan, dan ambisi sebelum menentukan apakah perjalanan profesionalnya masih perlu diteruskan.
Baca Juga : Ortiz vs Malignaggi, Rivalitas Lama Berlanjut Tanpa Sarung Tinju
Oliveira Tetap Memberikan Penghormatan kepada Sang Rival
Persaingan tidak membuat Charles Oliveira kehilangan rasa hormat terhadap Justin Gaethje. Kedua petarung pernah berhadapan pada 2022 dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan submission untuk Oliveira. Pengalaman tersebut membuatnya memahami langsung kemampuan, keberanian, dan gaya bertarung agresif yang menjadi ciri khas Gaethje. Oliveira menilai rivalnya telah membangun sejarah melalui berbagai pertarungan keras sepanjang karier profesional. Karena itu, ia percaya Gaethje pantas mendapatkan penghormatan apabila akhirnya memilih pensiun. Namun, sambutan yang sama juga akan datang apabila sang juara memutuskan kembali memasuki oktagon. Bagi Oliveira, keputusan tersebut bukan sesuatu yang dapat dipaksakan oleh petarung lain ataupun penggemar. Gaethje harus duduk, mempertimbangkan perjalanan yang telah dilewati, lalu menentukan langkah terbaik untuk dirinya. Situasi itu sekaligus menggambarkan sisi manusiawi olahraga tarung, ketika ambisi menjadi juara harus berjalan berdampingan dengan kesehatan dan kehidupan setelah kompetisi.
UFC 335 Bisa Membuka Jalan Oliveira Menuju Gelar
Sementara masa depan Justin Gaethje masih menjadi pertanyaan, Charles Oliveira memiliki pekerjaan besar di depan mata. Ia dijadwalkan menghadapi Diego Lopes dalam laga utama UFC 335 pada 12 Desember. Oliveira membawa sabuk BMF ke pertandingan tersebut dan percaya kemenangan dapat mengangkatnya kembali ke barisan terdepan perebutan gelar kelas ringan. Namun, Lopes bukan lawan yang dapat dipandang sebelah mata. Duel keduanya berpotensi berlangsung eksplosif karena masing-masing memiliki kemampuan menyerang dan menyelesaikan pertandingan. Oliveira melihat laga tersebut bukan sekadar kesempatan mempertahankan statusnya, melainkan pintu menuju pertarungan yang lebih besar. Jika mampu meraih kemenangan meyakinkan, nama Oliveira akan semakin sulit diabaikan dalam diskusi penantang berikutnya. Terlebih lagi, ketidakpastian mengenai Gaethje membuat peta divisi dapat berubah dengan cepat. Satu kemenangan besar pada akhir tahun bisa membawa “Do Bronx” kembali sangat dekat dengan sabuk UFC.
Baca Juga :Duel Devin Haney vs Shakur Stevenson Makin Dekat, Bobot Mulai Disepakati
Arman Tsarukyan Menjadi Pesaing Terbesar Oliveira
Charles Oliveira juga menyadari Arman Tsarukyan memiliki argumen kuat untuk mendapatkan kesempatan merebut gelar. Tsarukyan pernah mengalahkan Oliveira melalui keputusan terbelah pada 2024. Selain itu, kemenangan KO ronde pertama atas Mauricio Ruffy semakin memperkuat posisinya dalam persaingan. Meski demikian, Oliveira percaya popularitas dan rekam jejaknya memiliki nilai tersendiri bagi UFC. Mantan juara kelas ringan tersebut menilai dirinya mampu menghasilkan perhatian lebih besar secara komersial. Ia juga pernah menaklukkan Gaethje, sehingga kemungkinan pertandingan ulang memiliki cerita yang sudah terbentuk. Namun, pertimbangan UFC tentu tidak hanya bergantung pada popularitas. Performa terkini, peringkat, kondisi juara, serta jadwal pertandingan dapat menentukan arah divisi. Karena itu, kemenangan atas Lopes menjadi syarat penting bagi Oliveira. Tanpa kemenangan tersebut, pembicaraan mengenai perebutan sabuk akan kehilangan momentum. Sebaliknya, penampilan dominan dapat membuat persaingan Oliveira dan Tsarukyan semakin menarik.
Pensiunnya Gaethje Bisa Mengubah Peta Kelas Ringan
Apabila Justin Gaethje benar-benar memilih pensiun, divisi kelas ringan UFC akan memasuki periode transisi besar. Sabuk juara membutuhkan arah baru, sementara sejumlah nama teratas akan berlomba mendapatkan posisi terbaik. Charles Oliveira percaya skenario tersebut dapat mempertemukan dirinya dengan Arman Tsarukyan untuk menentukan penguasa baru, terutama apabila ia berhasil mengalahkan Diego Lopes. Namun, semua itu masih bergantung pada keputusan Gaethje dan kebijakan UFC. Ketidakpastian tersebut membuat beberapa pertandingan berikutnya semakin penting karena satu hasil dapat mengubah urutan penantang secara drastis. Oliveira sendiri memilih berkonsentrasi pada hal yang masih berada dalam kendalinya, yakni mempersiapkan diri menghadapi UFC 335. Ia memahami reputasi saja tidak cukup untuk memperoleh kesempatan perebutan gelar. Performa di dalam oktagon tetap menjadi ukuran utama. Karena itulah duel melawan Lopes membawa taruhan jauh lebih besar daripada sekadar mempertahankan sabuk BMF.
Oliveira Menunggu Jawaban Sambil Mengejar Kesempatan Kedua
Charles Oliveira pernah berada di puncak kelas ringan UFC, kehilangan gelar, lalu berjuang untuk mendapatkan kesempatan kembali. Perjalanan tersebut membuatnya memahami betapa cepat situasi dalam olahraga MMA berubah. Kini, ia melihat satu kemenangan lagi dapat membuka jalan menuju sabuk yang pernah dimilikinya. Namun, Justin Gaethje masih menjadi bagian penting dari persamaan tersebut. Jika Gaethje melanjutkan karier, pertandingan ulang dengan Oliveira memiliki daya tarik karena sejarah keduanya. Sebaliknya, apabila sang juara pensiun, kemungkinan duel Oliveira melawan Tsarukyan dapat menjadi pembicaraan berikutnya. Untuk saat ini, Oliveira tidak dapat menentukan pilihan rivalnya. Ia hanya bisa memastikan dirinya tetap relevan melalui kemenangan. UFC 335 karena itu menjadi malam yang sangat menentukan. Di balik perebutan sabuk BMF, Oliveira membawa ambisi yang lebih besar: membuktikan bahwa “Do Bronx” masih memiliki tempat dalam perburuan gelar kelas ringan.