Inews Combat Sports – Alex Pereira kembali menyuarakan kekecewaan setelah UFC memilih jalur berbeda dalam perebutan gelar kelas berat. Setelah kalah dari Ciryl Gane pada Juni, Pereira berharap mendapatkan kesempatan rematch dan melanjutkan ambisinya merebut sabuk di divisi ketiga. Namun, UFC justru mempertemukan Gane dengan Josh Hokit dalam duel perebutan gelar. Pereira mengaku menerima keputusan tersebut karena promotor memiliki kewenangan menentukan pertandingan. Meski begitu, ia mempertanyakan proses yang membentuk pilihan tersebut. Menurut Pereira, UFC sempat menyampaikan adanya jajak pendapat sebelum menentukan pertarungan berikutnya. Situasi itu membuat “Poatan” merasa peluangnya tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan. Ia melihat popularitas, momentum, serta opini publik ikut memainkan peran besar. Bagi petarung yang sudah menjadi juara di dua divisi, kehilangan kesempatan seperti ini terasa lebih rumit daripada sekadar menerima kekalahan di dalam oktagon.
Tuduhan Manipulasi Opini Mulai Disuarakan Poatan
Pereira kemudian melontarkan tuduhan yang lebih tajam mengenai cara UFC membangun penerimaan publik terhadap duel Gane melawan Hokit. Menurutnya, sejumlah figur dengan audiens besar sudah membicarakan pertandingan tersebut secara positif sebelum UFC mengumumkannya. Pereira menilai pola itu membuat penggemar lebih mudah menerima keputusan promotor ketika pertandingan akhirnya menjadi resmi. Ia menyebut figur berpengaruh seperti komentator dan mantan petarung mempunyai kemampuan besar untuk membentuk percakapan di komunitas MMA. Namun, pernyataan Pereira tetap merupakan pandangan pribadinya dan bukan bukti bahwa UFC secara langsung mengatur opini para komentator. Perbedaan itu penting karena komentar seorang petarung tidak otomatis membuktikan adanya strategi terkoordinasi. Meski demikian, kritik tersebut membuka pembicaraan menarik mengenai hubungan antara promosi, media, komentator, dan penggemar dalam menentukan pertandingan yang dianggap layak mendapat panggung terbesar.
Baca Juga : Ortiz vs Malignaggi, Rivalitas Lama Berlanjut Tanpa Sarung Tinju
Daniel Cormier Ikut Terseret dalam Kritik Pereira
Nama Daniel Cormier menjadi pusat perhatian setelah Pereira menyinggung pandangan mantan juara dua divisi UFC tersebut. Hubungan keduanya selama ini terlihat cukup baik, bahkan mereka kerap bercanda ketika bertemu dalam rangkaian acara UFC. Namun, Pereira tidak sependapat dengan penilaian Cormier mengenai peta persaingan kelas berat. Ia mempertanyakan alasan Cormier memandang duel Ciryl Gane melawan Josh Hokit sebagai pertandingan yang layak mendapat perhatian besar. Pereira bahkan menilai beberapa komentar Cormier mengenai Hokit sulit ia pahami jika melihat pengalaman para kandidat lain. Meski kritiknya terdengar keras, perdebatan tersebut menggambarkan satu kenyataan dalam MMA modern. Rekam jejak bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesempatan. Momentum, daya tarik pertandingan, kondisi petarung, dan kebutuhan promotor juga dapat memengaruhi matchmaking. Karena itulah, perbedaan pandangan antara Pereira dan Cormier akhirnya berkembang menjadi pembicaraan yang jauh lebih luas.
Josh Hokit Melaju Cepat Menuju Pertarungan Besar
Josh Hokit berada di tengah perdebatan setelah perkembangan kariernya berlangsung sangat cepat. Ia meningkatkan catatannya menjadi empat kemenangan di UFC setelah mencetak kemenangan KO atas Derrick Lewis. Performa tersebut memberikan dorongan besar terhadap posisinya di kelas berat. UFC kemudian memilihnya menghadapi Ciryl Gane, keputusan yang membuat Pereira mempertanyakan pengalaman Hokit untuk mendapatkan kesempatan sebesar itu. Dari sudut pandang Pereira, perjalanan menuju perebutan gelar seharusnya mempertimbangkan pencapaian dan pengalaman menghadapi lawan elite. Namun, UFC juga kerap memanfaatkan momentum seorang petarung ketika performanya menarik perhatian penggemar. Hokit kini menghadapi tekanan berbeda karena ia harus membuktikan bahwa kesempatan tersebut memang pantas diterimanya. Jika mampu tampil kompetitif melawan Gane, kritik terhadap pemilihannya bisa mereda. Sebaliknya, hasil yang mengecewakan kemungkinan akan kembali memunculkan pertanyaan tentang keputusan UFC mempercepat langkahnya menuju panggung perebutan gelar.
Baca Juga : Duel Devin Haney vs Shakur Stevenson Makin Dekat, Bobot Mulai Disepakati
Ambisi Menjadi Juara Tiga Divisi Belum Padam
Kekalahan dari Gane tidak mengubah tujuan besar Alex Pereira. Mantan juara kelas menengah dan kelas berat ringan itu tetap ingin bertahan di heavyweight demi mengejar sejarah sebagai juara UFC di tiga divisi. Target tersebut menjelaskan mengapa keputusan UFC memilih Hokit terasa penting baginya. Pereira bukan sekadar mengejar pertandingan besar, tetapi mencoba membuka kesempatan meraih pencapaian yang belum pernah ia miliki. Perjalanannya kini harus melewati Sergei Pavlovich dalam pertarungan berikutnya. Duel tersebut dapat menjadi ujian penting terhadap kemampuan Pereira menghadapi kekuatan alami petarung kelas berat. Pavlovich memiliki reputasi sebagai striker berbahaya dengan daya pukul besar. Karena itu, kemenangan akan memperkuat argumen Pereira untuk kembali masuk pembicaraan gelar. Sebaliknya, kekalahan dapat membuat jalan menuju sabuk semakin panjang. Pereira kini harus menjawab perdebatan di luar oktagon melalui performanya sendiri ketika pintu kandang kembali ditutup.
Duel Melawan Pavlovich Menjadi Pertaruhan Besar Pereira
Alex Pereira dijadwalkan menghadapi Sergei Pavlovich pada UFC 335 di T-Mobile Arena, Las Vegas. Pertarungan tersebut memiliki arti besar bagi arah karier Poatan setelah kesempatan rematch dengan Gane tidak terwujud. Pereira membutuhkan kemenangan untuk menunjukkan bahwa dirinya masih pantas berada di barisan terdepan perebutan gelar kelas berat. Namun, Pavlovich bukan lawan yang mudah dijadikan batu loncatan. Petarung tersebut membawa kekuatan pukulan dan karakter agresif yang dapat menghadirkan bahaya sejak awal pertandingan. Kondisi itu membuat Pereira menghadapi pertaruhan besar antara ambisi dan risiko. Jika menang dengan meyakinkan, desakan untuk memberinya kesempatan perebutan gelar akan semakin sulit diabaikan. Pertarungan tersebut juga memberi Pereira kesempatan mengalihkan percakapan dari kontroversi matchmaking menuju prestasi olahraga. Pada akhirnya, kemenangan tetap menjadi bahasa paling kuat bagi seorang petarung ketika ingin mengubah arah pembicaraan di UFC.
Persaingan Gelar Heavyweight Semakin Sulit Diprediksi
Situasi kelas berat UFC semakin rumit karena Tom Aspinall masih berada di luar persaingan akibat cedera mata. Kondisi tersebut membuka ruang bagi nama lain untuk mengambil momentum, termasuk Gane, Hokit, Pereira, dan Pavlovich. Dalam keadaan seperti ini, setiap kemenangan dapat mengubah peta perebutan gelar dengan cepat. Kritik Pereira memperlihatkan sisi lain olahraga tarung profesional, ketika prestasi atlet bertemu kepentingan bisnis dan kebutuhan membangun pertandingan menarik. Namun, klaim tentang manipulasi tetap harus dipandang sebagai tuduhan Pereira selama belum terdapat bukti independen yang menguatkannya. Sementara itu, pertarungan berikutnya akan memberikan jawaban yang lebih konkret. Gane dan Hokit mendapat kesempatan membuktikan keputusan UFC, sedangkan Pereira harus melewati Pavlovich. Jika Poatan kembali menang secara meyakinkan, tekanan publik untuk memberinya kesempatan gelar mungkin tumbuh tanpa membutuhkan dorongan dari siapa pun.