Inews Combat Sports – Juara kelas bantam UFC Petr Yan mulai membuka kemungkinan rematch Petr Yan O’Malley sebagai pertarungan besar berikutnya. Namun, petarung Rusia itu masih memiliki urusan penting sebelum membicarakan rencana 2027. Yan dijadwalkan mempertahankan gelarnya melawan Merab Dvalishvili dalam co-main event UFC 333 di Abu Dhabi. Di tengah persiapan tersebut, nama Sean O’Malley kembali muncul sebagai calon penantang. Yan menyambut kemungkinan itu karena keduanya memiliki sejarah panjang sejak pertemuan pertama pada 2022. Kala itu, O’Malley mengalahkannya melalui split decision dalam duel yang berlangsung ketat. Kekalahan tersebut masih menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Yan. Oleh sebab itu, kesempatan bertemu kembali memiliki daya tarik tersendiri. Meski demikian, Yan tidak ingin menentukan lawannya sendiri. Ia menegaskan akan menghadapi siapa pun yang akhirnya dipilih UFC sebagai penantang berikutnya.
Pertarungan 2022 Masih Menjadi Bagian Penting Rivalitas
Pertemuan pertama Petr Yan dan Sean O’Malley berlangsung di UFC 280 pada 2022. Duel itu berkembang menjadi salah satu pertarungan penting dalam perjalanan keduanya di kelas bantam. Setelah tiga ronde kompetitif, O’Malley mendapatkan kemenangan melalui split decision. Hasil tersebut kemudian membantu mendorong karier “Suga” menuju persaingan gelar UFC. Sementara itu, Yan harus menjalani jalan berbeda sebelum akhirnya kembali menjadi juara. Kini, hampir empat tahun kemudian, peluang rematch Petr Yan O’Malley terasa semakin masuk akal. Yan sendiri menilai sejarah mereka menjadi alasan kuat untuk mempertemukan keduanya lagi. Pertarungan kedua juga akan membawa situasi yang berbeda karena posisi kedua petarung telah berubah. Yan kembali memegang sabuk juara, sedangkan O’Malley berusaha membangun momentum setelah melewati periode sulit. Jika keduanya kembali bertemu, pertarungan tersebut bukan sekadar pertandingan ulang, tetapi kesempatan menyelesaikan cerita lama.
Baca Juga : Paul Gallen Panggil Raksasa 208 Cm Jelang Lawan Asofa-Solomona
Sean O’Malley Kembali Membangun Momentum di Kelas Bantam
Sean O’Malley perlahan kembali mendekati jalur perebutan gelar setelah mengalami dua kekalahan beruntun dari Merab Dvalishvili. Ia kemudian bangkit dengan mengalahkan Song Yadong sebelum mencetak kemenangan KO ronde kedua atas Aiemann Zahabi pada Juni 2026. Dua kemenangan tersebut membuat namanya kembali masuk dalam pembicaraan mengenai calon penantang sabuk bantamweight. Yan mengakui perkembangan itu, meski ia mengatakan tidak sampai merasa sangat terkesan dengan penampilan terbaru rival lamanya. Menurut Yan, hal terpenting adalah O’Malley terus menang dan bergerak ke arah yang benar. Sang juara bahkan menganggap O’Malley sebagai salah satu petarung yang layak berada dalam pembicaraan perebutan gelar. Dengan popularitas besar serta sejarah pertarungan mereka, rematch Petr Yan O’Malley memiliki nilai kompetitif sekaligus daya tarik komersial. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada bagaimana UFC menyusun persaingan kelas bantam setelah UFC 333.
Merab Dvalishvili Menjadi Tantangan Terdekat Sang Juara
Sebelum memikirkan Sean O’Malley, Petr Yan harus melewati Merab Dvalishvili dalam pertarungan yang memiliki sejarah tersendiri. Yan merebut kembali gelar UFC pada Desember 2025 setelah mengalahkan Dvalishvili melalui keputusan juri di UFC 323. Kemenangan tersebut sekaligus membalas kekalahannya dari petarung Georgia itu pada 2023. Kini, keduanya kembali berhadapan dalam rangkaian rivalitas yang telah menguras banyak energi. Yan memperkirakan Dvalishvili akan mengandalkan tekanan dan permainan gulat sepanjang pertarungan. Karena itu, timnya menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi percobaan takedown dan tempo tinggi. Yan menegaskan dirinya siap bertarung di area mana pun. Ia memahami bahwa satu kesalahan dapat mengubah arah pertandingan. Maka, pembicaraan mengenai rematch Petr Yan O’Malley belum menjadi prioritas. Fokus terbesarnya tetap mempertahankan sabuk di Abu Dhabi dan memastikan Dvalishvili tidak mengambilnya kembali.
Baca Juga :Bakhodir Jalolov Menang Dominan atas Solomon Dacres
Yan Memburu Penyelesaian Lebih Cepat di UFC 333
Petr Yan tidak ingin pertarungan berikutnya melawan Merab Dvalishvili kembali bergantung sepenuhnya pada penilaian juri. Setelah menghabiskan banyak ronde bersama rivalnya dalam beberapa tahun terakhir, Yan merasa sudah memahami pola tekanan yang kemungkinan akan muncul. Ia pun berjanji mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mencari penyelesaian lebih cepat. Target tersebut tentu tidak mudah karena Dvalishvili dikenal mampu mempertahankan tempo tinggi serta terus mencari peluang gulat. Namun, pengalaman menghadapi gaya tersebut memberi Yan bahan penting untuk menyusun strategi. Kemenangan meyakinkan juga dapat memperkuat posisinya sebelum memasuki pembicaraan mengenai calon penantang berikutnya. Jika Yan mempertahankan gelar, peluang rematch Petr Yan O’Malley akan semakin menarik untuk 2027. Akan tetapi, Yan memilih tidak melihat terlalu jauh. Baginya, kemenangan di UFC 333 menjadi fondasi utama sebelum pembicaraan mengenai rivalitas lama atau status terbaik sepanjang masa mulai berkembang.
UFC Memegang Kendali atas Penantang Gelar Berikutnya
Persaingan kelas bantam UFC membuat Petr Yan tidak merasa perlu memilih satu nama sebagai lawan berikutnya. Ia menyadari beberapa petarung papan atas memiliki alasan untuk mengejar kesempatan memperebutkan gelar. Selain itu, Yan telah menghadapi sejumlah nama yang kini berada di jajaran elite divisi tersebut. Karena itulah, ia menyerahkan keputusan kepada UFC. Sikap tersebut membuat kemungkinan rematch Petr Yan O’Malley tetap terbuka tanpa mengabaikan kandidat lainnya. O’Malley memang memiliki modal kuat setelah mencatat dua kemenangan beruntun. Popularitasnya juga dapat membuat pertarungan kedua melawan Yan menjadi laga besar. Namun, olahraga ini tetap bergerak berdasarkan hasil. Satu kemenangan atau kekalahan dapat mengubah peta persaingan dalam waktu singkat. Yan memahami kenyataan tersebut. Ia tidak ingin menghabiskan energi memilih lawan yang belum tentu tersedia. Selama masih menjadi juara, ia siap menerima tantangan yang diberikan UFC.
Sejarah Lama Bisa Membuka Babak Baru pada 2027
Jika Petr Yan berhasil melewati UFC 333 dengan sabuk masih berada di pinggangnya, tahun 2027 dapat membuka jalan menuju pertemuan kedua dengan Sean O’Malley. Cerita pertarungan mereka memiliki unsur yang sulit diabaikan. O’Malley pernah mengalahkan Yan melalui keputusan tipis, sementara Yan kini kembali berada di puncak divisi. Kondisi tersebut menciptakan narasi alami mengenai kesempatan membalas kekalahan lama. Meski begitu, Yan tidak terburu-buru mengejar perpindahan ke kelas bulu ataupun pembicaraan mengenai status petarung bantam terbaik sepanjang masa. Ia merasa masih memiliki banyak pekerjaan di divisinya sekarang. Pertama, ia harus mempertahankan gelar. Setelah itu, calon penantang lain dapat mulai dibicarakan. Jika O’Malley terus menang dan UFC melihat momentum yang tepat, rematch Petr Yan O’Malley dapat berkembang menjadi salah satu pertarungan kelas bantam paling dinantikan pada 2027.