Inews Combat Sports – Strategi Islam Makhachev UFC menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas menjelang UFC 330 pada 15 Agustus mendatang. Setelah sukses merebut gelar juara kelas welter, Makhachev kini bersiap menjalani pertahanan sabuk pertamanya melawan Ian Machado Garry. Persiapan dilakukan dengan sangat serius bersama tim di New Jersey, Amerika Serikat. Meski dikenal jarang membocorkan rencana bertanding, kali ini petarung asal Dagestan tersebut memberikan sedikit gambaran mengenai pendekatan yang akan digunakannya. Ia mengaku sudah mempelajari pola bertarung Garry secara mendalam. Menurutnya, lawan asal Irlandia itu memiliki gaya bertarung yang konsisten dari satu laga ke laga lainnya. Karena itu, tim pelatih menyusun latihan yang benar-benar menyesuaikan karakteristik calon lawannya agar persiapan berjalan maksimal.
Makhachev Menilai Garry Terlalu Sering Bergerak Menghindar
Dalam keterangannya, Makhachev menilai Ian Machado Garry merupakan petarung yang sangat aktif bergerak mengelilingi oktagon. Gaya tersebut membuat lawan harus terus mengejar sambil mencari celah untuk menyerang. Oleh sebab itu, latihan fisik yang dijalani kali ini lebih banyak berfokus pada pergerakan kaki, kecepatan mengejar lawan, dan menjaga tekanan sepanjang ronde. Menurut Makhachev, Garry selalu menggunakan pendekatan yang hampir sama dalam setiap pertandingannya. Ia akan menjaga jarak, melepaskan pukulan, lalu kembali bergerak untuk menghindari serangan balasan. Meski demikian, sang juara mengaku tidak merasa kesulitan menghadapi pola tersebut. Ia justru percaya strategi seperti itu akan membuka peluang baginya untuk membawa pertarungan ke bawah dan mengendalikan jalannya laga.
Baca Juga : José Carfunjol Kirim Pesan Keras ke Divisi Lightweight Lewat KO Cepat atas Cristian Ponce
Takedown Tetap Menjadi Senjata Andalan Sang Juara
Selama beberapa tahun terakhir, kemampuan gulat menjadi identitas utama Islam Makhachev. Strategi tersebut terbukti efektif ketika menghadapi banyak petarung elite UFC dari berbagai gaya bertarung. Menghadapi Ian Machado Garry, pendekatan yang sama tampaknya masih akan menjadi pilihan utama. Makhachev secara terbuka mengatakan bahwa dirinya akan berusaha menangkap momentum, melakukan takedown, lalu mengontrol lawan di atas matras seperti yang telah ia lakukan kepada banyak lawan sebelumnya. Pernyataan itu memperlihatkan tingkat kepercayaan dirinya terhadap kemampuan grappling yang dimiliki. Selain teknik yang matang, pengalaman menghadapi petarung kelas dunia membuat Makhachev memahami kapan harus menyerang dan kapan harus menunggu kesempatan terbaik. Kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak pengamat tetap menjagokannya di UFC 330.
Kehadiran Charles Oliveira Dinilai Tidak Mengubah Situasi
Ian Machado Garry diketahui menjalani latihan bersama mantan juara kelas ringan UFC, Charles Oliveira. Fakta tersebut sempat memunculkan anggapan bahwa Oliveira dapat memberikan banyak informasi mengenai cara menghadapi Makhachev. Namun, sang juara justru menanggapi situasi itu dengan santai. Ia bahkan melontarkan candaan bahwa Oliveira hanya bisa mengajari Garry cara menyerah lebih cepat. Pernyataan tersebut mengacu pada kemenangan Makhachev atas Oliveira pada tahun 2022 melalui submission arm-triangle choke di ronde kedua. Walaupun bernada ringan, komentar itu menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi dari petarung asal Dagestan. Baginya, pengalaman bertarung melawan Oliveira tidak akan memberikan keuntungan besar bagi Garry karena setiap pertarungan memiliki situasi, tekanan, dan tantangan yang berbeda.
Baca Juga :Jadwal Tinju 24–26 Juli 2026 Dipenuhi Duel Bergengsi
Rivalitas Negara Bukan Motivasi Utama Pertarungan
Menjelang UFC 330, sebagian penggemar mulai mengaitkan laga ini dengan rivalitas antara Dagestan dan Irlandia. Sebelumnya, Khabib Nurmagomedov pernah mengalahkan Conor McGregor dalam salah satu pertarungan terbesar sejarah UFC. Selain itu, Usman Nurmagomedov juga mencatat kemenangan atas Paul Hughes. Meski demikian, Makhachev menolak menganggap duel melawan Garry sebagai persaingan antarnegara. Ia menegaskan bahwa lawannya hanyalah seorang penantang yang ingin merebut gelar juara. Walau begitu, Makhachev tetap menyadari catatan kemenangan timnya atas para petarung Irlandia. Dengan penuh keyakinan, ia bahkan menyebut skor saat ini adalah dua kemenangan tanpa balas dan berharap angka tersebut bertambah setelah UFC 330 berakhir. Pernyataan tersebut semakin menambah daya tarik pertarungan yang sudah dinantikan para penggemar.
Kamp Latihan Dipimpin Tim Terbaik di New Jersey
Persiapan Islam Makhachev dilakukan di Nick Catone MMA, New Jersey, lokasi yang juga digunakan dalam beberapa kamp latihan terakhirnya. Ia berlatih bersama rekan-rekan setim, partner sparring, serta pelatih yang sudah sangat memahami gaya bertarungnya. Kehadiran Khabib Nurmagomedov dan Javier Mendez menjadi nilai tambah karena keduanya memiliki pengalaman panjang dalam menyusun strategi menghadapi lawan-lawan elite UFC. Latihan berlangsung setiap hari dengan intensitas tinggi untuk memastikan seluruh aspek pertandingan benar-benar siap. Mulai dari kebugaran, teknik striking, grappling, hingga simulasi pertandingan dilakukan secara menyeluruh. Konsistensi tim pelatih dan lingkungan latihan yang sudah familiar membuat Makhachev merasa lebih nyaman dalam mempersiapkan pertahanan gelar pertamanya di kelas welter.
Kepercayaan Diri Tinggi Menjadi Modal Besar Menuju UFC 330
Semakin dekat dengan hari pertandingan, Islam Makhachev menunjukkan kepercayaan diri yang semakin kuat. Ia merasa seluruh persiapan berjalan sesuai rencana dan tidak menemukan kendala berarti selama menjalani kamp latihan. Sebagai juara dua divisi sekaligus petarung nomor satu pound-for-pound UFC, Makhachev membawa pengalaman serta mental juara yang sulit ditandingi. Sementara itu, Ian Machado Garry datang dengan motivasi besar untuk menciptakan kejutan dan merebut sabuk juara. Pertemuan dua petarung dengan karakter berbeda ini diprediksi menghadirkan duel yang menarik sejak ronde pertama. Bagi Makhachev, kemenangan bukan hanya mempertahankan gelar, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu petarung terbaik dalam sejarah era modern UFC.