Inews Combat Sports – King Green harus menerima kekalahan pahit di UFC 332 setelah pertarungannya melawan Esteban Ribovics dihentikan Herb Dean pada ronde pertama. Green merasa dirinya masih mampu melanjutkan laga dan mencari peluang untuk membalikkan keadaan. Namun, sang wasit melihat rangkaian knockdown yang terjadi sebagai tanda bahwa pertarungan mulai membahayakan keselamatan Green. Situasi tersebut kemudian memunculkan perdebatan tentang kapan waktu yang tepat bagi seorang wasit menghentikan pertandingan MMA. Bagi Green, keputusan itu terasa terlalu cepat karena ia masih sadar dan ingin bertarung hingga akhir. Di sisi lain, wasit memiliki tanggung jawab untuk mencegah kerusakan yang lebih serius. Kekalahan ini juga terasa semakin berat karena Green datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih empat kemenangan beruntun. Kini, ia harus kembali membangun momentum setelah perjalanan positifnya terhenti di UFC 332.
King Green Datang dengan Modal Empat Kemenangan
King Green memasuki UFC 332 dengan modal yang cukup menjanjikan setelah meraih empat kemenangan secara beruntun. Rangkaian hasil tersebut membuat namanya kembali mendapat perhatian di divisi lightweight. Bahkan, CEO UFC Dana White sebelumnya menyebut Green sebagai kandidat yang cocok untuk suatu hari tampil dalam perebutan gelar BMF. Karena itu, kekalahan dari Ribovics terasa semakin berat bagi Green. Momentum yang sedang dibangun tiba-tiba terhenti hanya dalam satu ronde. Meski demikian, pertandingan tersebut juga menunjukkan mengapa pengalaman Green tetap menarik perhatian penggemar. Ia terus mencoba bertahan ketika tekanan meningkat dan tidak ingin menyerah sebelum peluang terakhir benar-benar hilang. Bagi seorang petarung veteran, keberanian seperti itu dapat menjadi kekuatan sekaligus risiko. Namun, hasil UFC 332 membuat Green harus kembali membangun momentum jika ingin mendekati panggung pertarungan besar dalam waktu mendatang.
Baca Juga : Ben Whittaker Kalahkan Conor Wallace, Kini Memburu Dmitry Bivol
Esteban Ribovics Mengubah Jalannya Pertarungan
Ribovics membuat pertarungan berubah drastis ketika ia berhasil menjatuhkan Green beberapa kali dalam satu rangkaian serangan. Tekanan tersebut membuat Herb Dean terus mendekat untuk mengawasi kondisi petarung yang berada dalam posisi terancam. Setelah knockdown terakhir, Dean akhirnya memutuskan menghentikan pertandingan. Dari sudut pandang wasit, keputusan tersebut memiliki alasan utama, yaitu mencegah Green menerima kerusakan tambahan yang tidak perlu. Green memang tidak kehilangan kesadaran, tetapi situasinya sudah cukup berbahaya karena ia berulang kali jatuh akibat serangan lawan. Dalam pertandingan MMA, wasit tidak hanya menunggu seorang petarung benar-benar pingsan sebelum mengambil tindakan. Mereka juga menilai kemampuan bertahan, respons terhadap serangan, serta risiko kerusakan lanjutan. Karena itu, penghentian cepat selalu menjadi keputusan yang sulit. Di satu sisi, petarung ingin mendapat kesempatan untuk bangkit. Di sisi lain, keselamatan tetap menjadi tanggung jawab utama wasit.
Green Merasa Masih Bisa Melanjutkan Laga
Green kemudian mengungkapkan perasaannya melalui media sosial setelah pertandingan berakhir. Ia mengakui sedikit kecewa, tetapi tidak menyalahkan dirinya sendiri atas hasil yang terjadi. Green juga menjelaskan bahwa ia sudah memberi tahu Herb Dean bahwa pertarungan akan menjadi semakin sulit dan meminta kesempatan untuk tetap bertarung. Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi lain seorang petarung setelah mengalami kekalahan. Di dalam oktagon, naluri kompetitif membuat seorang atlet ingin terus mencari celah meskipun tubuh sudah menerima tekanan besar. Namun, dari luar, keputusan untuk menghentikan laga dapat terlihat berbeda karena wasit memiliki sudut pandang yang lebih luas terhadap keseluruhan situasi. Reaksi Green juga menunjukkan bahwa ia memahami pertarungan memiliki risiko. Ia tidak menutupi rasa kecewa, tetapi tetap menghargai lawannya dan menerima bahwa hasil pertandingan sudah ditentukan. Sikap tersebut dapat menjadi modal penting ketika ia kembali menghadapi tantangan berikutnya.
Baca Juga : Omari Jones Hadapi Alan Sanchez, Rekor Sempurna Diuji di Orlando
Herb Dean Mengambil Keputusan dalam Hitungan Detik
Keputusan Herb Dean menjadi salah satu bagian paling menarik dari laga tersebut karena penghentian terjadi ketika Green masih terlihat sadar. Namun, kondisi itu tidak selalu berarti seorang petarung masih aman untuk menerima serangan tambahan. Setelah beberapa kali knockdown secara beruntun, risiko kerusakan dapat meningkat dengan cepat. Karena itu, wasit harus membaca situasi secara langsung dan mengambil keputusan tanpa memiliki kesempatan untuk menunggu terlalu lama. Dalam kasus Green, Dean melihat bahwa Ribovics terus memberikan tekanan dan Green kesulitan menghentikan serangan tersebut. Maka, penghentian menjadi langkah untuk mencegah kondisi yang lebih buruk. Tentu saja, sudut pandang petarung berbeda karena Green masih merasa mampu bertahan. Perbedaan tersebut sering muncul dalam olahraga tarung. Petarung ingin mempertahankan kesempatan sampai detik terakhir, sedangkan wasit harus mempertimbangkan keselamatan dalam jangka lebih panjang. Di situlah keputusan penghentian menjadi bagian sulit dari MMA.
Kekalahan Menghentikan Momentum King Green
Kekalahan ini tentu mengubah perjalanan Green setelah ia menikmati empat kemenangan berturut-turut. Sebelum UFC 332, namanya mulai kembali diperhitungkan sebagai petarung yang mampu menghadirkan laga menarik dan menghibur. Respons penonton di Utah juga memperlihatkan bahwa Green masih memiliki daya tarik kuat. Ia mendapat salah satu sambutan paling ramai dari penonton sepanjang acara, sehingga kekalahan tersebut tidak serta-merta menghapus popularitasnya. Namun, secara kompetitif, Green kemungkinan membutuhkan beberapa kemenangan lagi untuk kembali masuk pembicaraan menuju pertarungan besar. Divisi lightweight memiliki banyak nama berbahaya dan persaingan yang ketat. Karena itu, satu kekalahan dapat membuat perjalanan menuju posisi teratas menjadi lebih panjang. Meski begitu, pengalaman Green memberi keuntungan tersendiri. Jika mampu memulihkan diri, memperbaiki pertahanan, dan kembali meraih kemenangan, ia masih dapat membangun cerita baru dalam kariernya.
Ribovics Mendapat Dorongan Besar di Kelas Ringan
Di sisi lain, kemenangan atas Green memberi Esteban Ribovics dorongan penting dalam persaingan kelas ringan UFC. Ia tidak hanya mendapatkan kemenangan, tetapi juga menunjukkan kemampuan menghasilkan tekanan besar sejak awal pertandingan. Serangan beruntunnya membuat Green kesulitan menemukan ruang untuk membangun serangan balik. Penampilan seperti itu dapat meningkatkan perhatian terhadap Ribovics karena kemenangan atas petarung berpengalaman selalu memiliki nilai tersendiri. Namun, satu kemenangan belum otomatis mengubah posisi seorang atlet menjadi penantang gelar. Ribovics tetap membutuhkan konsistensi dalam beberapa pertandingan berikutnya. Setiap lawan akan membawa gaya berbeda, sehingga kemampuan beradaptasi akan menjadi faktor penting. Sementara itu, Green harus menentukan langkah setelah kekalahan tersebut. Kedua petarung kini berada di jalur yang berbeda, tetapi UFC 332 memberikan pelajaran serupa. Momentum dapat berubah hanya dalam hitungan detik, dan satu rangkaian serangan mampu mengubah arah sebuah pertarungan.
King Green Kini Harus Menata Ulang Langkah
Perdebatan mengenai penghentian Herb Dean kemungkinan terus muncul karena MMA selalu menghadirkan garis tipis antara keberanian dan keselamatan. King Green merasa dirinya masih memiliki kemampuan untuk melanjutkan laga, sementara Dean melihat rangkaian knockdown sebagai tanda bahwa risiko sudah meningkat. Kedua sudut pandang tersebut memperlihatkan betapa sulitnya tugas wasit di dalam oktagon. Mereka harus membuat keputusan dalam waktu singkat tanpa mengetahui secara pasti bagaimana kondisi petarung beberapa detik kemudian. Bagi Green, kekalahan UFC 332 memang menyakitkan karena datang setelah momentum positif. Namun, reaksi publik di Utah juga menunjukkan bahwa penggemar masih menghargai semangat bertarungnya. Kini, perhatian akan beralih pada bagaimana Green merespons hasil tersebut. Ia masih memiliki pengalaman dan daya tarik untuk kembali membangun perjalanan. Pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi Green untuk menunjukkan bahwa satu kekalahan tidak harus menentukan arah kariernya.