Inews Combat Sports – bertemu di Crypto.com Arena, Los Angeles, Sabtu, 19 September 2026. Van datang sebagai juara, sedangkan Pantoja membawa misi merebut kembali sabuk yang lepas secara tidak biasa. Pertemuan pertama mereka di UFC 323 hanya berlangsung 26 detik setelah Pantoja mengalami cedera lengan. Karena itu, pertarungan kali ini terasa seperti kesempatan untuk mendapatkan jawaban yang belum diberikan duel sebelumnya. Van telah mempertahankan sabuk melawan Tatsuro Taira selama Pantoja menjalani pemulihan. Sementara itu, ketegangan di antara keduanya meningkat menjelang pertandingan. Keduanya bahkan terlibat perang kata-kata selama rangkaian promosi UFC 331. Pertarungan lima ronde ini akhirnya menawarkan sesuatu yang sederhana tetapi penting: kesempatan bagi Van dan Pantoja untuk membuktikan siapa petarung terbaik ketika cedera tidak mengakhiri cerita terlalu cepat.
Prediksi UFC 331 Van Menghadapi Ujian Terbesar
Joshua Van memasuki pertandingan dengan beban yang berbeda dibanding pertemuan pertama. Ia sekarang menyandang status juara kelas terbang dan telah membuktikan kemampuan mempertahankan sabuk saat menghadapi Tatsuro Taira. Namun, kemenangan pertamanya atas Pantoja masih menyisakan pertanyaan karena duel berakhir akibat cedera. Situasi tersebut membuat UFC 331 menjadi kesempatan penting untuk memperkuat legitimasi sang juara. Van masih berusia 24 tahun dan terus berkembang, terutama dalam menjaga tempo serta mempertahankan performa ketika pertandingan memasuki ronde berikutnya. Sebaliknya, Pantoja memiliki pengalaman yang jauh lebih panjang dalam menghadapi tekanan pertandingan besar. Duel ini kemungkinan akan mempertemukan energi dan perkembangan Van dengan kemampuan grappling serta ketangguhan Pantoja. Jika Van mampu menjaga jarak dan mempertahankan tempo hingga ronde keempat atau kelima, peluangnya semakin terbuka. Namun, Pantoja tetap berbahaya jika berhasil membawa pertandingan ke area grappling sejak awal.
Baca Juga : Isaac “Pitbull” Cruz Siap Hadapi Nestor Bravo, Duel Panas Menanti di San Diego
Pantoja Datang untuk Merebut Kembali Sabuknya
Bagi Alexandre Pantoja, UFC 331 membawa makna yang lebih dalam daripada sekadar pertandingan berikutnya. Ia tidak kehilangan sabuk melalui kekalahan teknis yang menunjukkan lawannya lebih dominan. Cedera lengan yang terjadi hanya beberapa detik setelah pertarungan dimulai mengakhiri masa pemerintahannya secara tiba-tiba. Setelah sembilan bulan menjalani pemulihan, petarung Brasil itu akhirnya memperoleh kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertinggal. Pantoja memiliki permainan grappling elite, tekanan agresif, dan pengalaman menjalani pertarungan panjang. Sebelum kehilangan sabuk, ia membangun perjalanan kuat melawan sejumlah nama penting di kelas terbang. Namun, faktor usia juga menjadi bagian dari cerita. Pantoja kini berusia 36 tahun, sementara Van jauh lebih muda dan masih berkembang. Meski demikian, pengalaman tidak dapat diabaikan. Pantoja memahami cara mengubah pertarungan menjadi duel melelahkan. Jika ia mampu mengontrol Van di bawah sejak awal, dinamika perebutan gelar bisa berubah dengan cepat.
Arman Tsarukyan dan Mauricio Ruffy Membawa Taruhan Besar
Pertarungan Arman Tsarukyan melawan Mauricio Ruffy memberikan warna berbeda pada co-main event. Tsarukyan membawa kemampuan wrestling yang telah menjadi fondasi permainannya, sedangkan Ruffy menawarkan serangan eksplosif dan ancaman knockout dari posisi berdiri. Perbedaan karakter tersebut membuat duel ini menjadi pertarungan taktik yang menarik. Tsarukyan kemungkinan akan berusaha mempersempit ruang, mengamankan takedown, kemudian mengontrol Ruffy di bawah. Sebaliknya, Ruffy membutuhkan ruang untuk melepaskan kombinasi dan serangan kreatif sebelum lawannya dapat mengubah pertandingan menjadi duel grappling. Taruhannya juga besar bagi Tsarukyan. Ia mengatakan kekalahan dapat sangat merusak peluangnya mendapatkan kesempatan perebutan gelar kelas ringan. Namun, kemenangan pun tidak otomatis menjamin title shot karena UFC memiliki pilihan lain di divisi tersebut. Oleh sebab itu, keduanya tidak hanya mengejar kemenangan. Mereka juga membutuhkan penampilan yang cukup meyakinkan untuk menjaga posisi dalam persaingan kelas ringan.
Baca Juga : Henry Cejudo Ganti Lawan Mendadak, Debut Boxing Hadapi Javon Walton
Patricio Pitbull dan Doo Ho Choi Membawa Pengalaman
Pertemuan Patricio Pitbull dengan Doo Ho Choi menghadirkan duel dua petarung berpengalaman yang memahami kerasnya persaingan kelas bulu. Pitbull mungkin tidak lagi berada dalam periode paling dominan dalam kariernya, tetapi kemampuan teknisnya tetap menjadi ancaman. Ia memiliki pengalaman menghadapi berbagai gaya dan mampu bertarung dengan sabar ketika lawan mencoba meningkatkan tekanan. Di sisi lain, Choi terkenal dengan keberaniannya bertukar pukulan dan mencari momentum melalui serangan keras. Kondisi tersebut dapat menciptakan pertarungan yang penuh risiko. Pitbull kemungkinan akan mencoba memanfaatkan pergerakan, membaca serangan Choi, kemudian membalas melalui counter yang lebih terukur. Choi, sebaliknya, membutuhkan tekanan konsisten agar Pitbull tidak nyaman mengatur tempo. Jika pertandingan berlangsung tiga ronde penuh, pengalaman dan pengambilan keputusan bisa memainkan peran besar. Namun, satu pertukaran pukulan yang terlalu terbuka dapat mengubah semuanya dalam beberapa detik. Keduanya memiliki cukup pengalaman untuk memahami risiko tersebut.
Gable Steveson Menghadapi Tahap Berikutnya dalam Perjalanan MMA
Nama Gable Steveson terus menarik perhatian karena latar belakang wrestling elite yang ia bawa menuju MMA. UFC 331 mempertemukannya dengan Sean Sharaf dalam pertandingan heavyweight yang kembali menguji perkembangan permainannya. Steveson masih berada pada fase awal karier MMA sehingga pembicaraan mengenai perebutan gelar tentu masih terlalu dini. Namun, fondasi wrestling miliknya memberikan senjata yang sulit diabaikan. Tantangannya adalah menggabungkan kemampuan tersebut dengan striking, kontrol posisi, dan pengambilan keputusan dalam situasi yang berbeda. Sharaf memiliki kesempatan menguji area permainan Steveson yang belum banyak terlihat. Namun, apabila Steveson berhasil membawa pertarungan ke bawah lebih awal, tekanan fisiknya dapat menjadi masalah besar. UFC tampaknya memberikan peningkatan tantangan secara bertahap kepada mantan pegulat elite tersebut. Karena itu, kemenangan saja mungkin belum menjadi ukuran utama. Cara Steveson menghadapi tekanan dan mengembangkan transisi antarposisi juga akan menunjukkan seberapa jauh perkembangannya sebagai petarung MMA.
Iwo Baraniewski Membawa Ancaman Knockout ke Los Angeles
Iwo Baraniewski memasuki UFC 331 dengan reputasi sebagai salah satu petarung light heavyweight yang memiliki daya pukul berbahaya. Tiga kemenangan awalnya di UFC berakhir sangat cepat, sementara perjalanan profesionalnya sejauh ini juga jarang membutuhkan waktu panjang. Namun, rekor penyelesaian cepat dapat membawa pertanyaan baru ketika lawan mampu bertahan melewati serangan pertama. Alonzo Menifield menawarkan ujian seperti itu. Pengalamannya hampir mencapai 20 pertandingan UFC dan ia telah menghadapi berbagai tipe lawan selama bertahun-tahun. Menifield juga mengetahui bagaimana menghadapi petarung yang datang membawa ekspektasi tinggi. Karena itu, Baraniewski mungkin tidak bisa hanya mengandalkan ledakan awal. Jika Menifield berhasil memperpanjang pertandingan, aspek stamina dan ketenangan akan semakin penting. Sebaliknya, jika Baraniewski mendapatkan jarak ideal sejak awal, kekuatan pukulannya dapat kembali menjadi pembeda. Pertandingan ini menjadi kesempatan menarik untuk melihat apakah prospek Polandia tersebut siap menghadapi level kompetisi yang lebih matang.
UFC 331 Menawarkan Jawaban untuk Dua Generasi
Semua perhatian akhirnya kembali kepada Van dan Pantoja. Pertemuan pertama mereka tidak memberikan kesempatan bagi penonton untuk melihat bagaimana gaya keduanya benar-benar beradu selama beberapa ronde. Kali ini, keduanya telah lolos timbang badan dengan bobot 125 pound dan memasuki pertandingan dalam kondisi siap bertanding. Pantoja membawa pengalaman, grappling, dan dorongan untuk mendapatkan kembali sesuatu yang pernah menjadi miliknya. Van datang dengan kecepatan, usia muda, kepercayaan diri, serta pengalaman mempertahankan sabuk setelah pertemuan pertama mereka. Karena itu, duel ini tidak membutuhkan cerita tambahan untuk terasa penting. Lima ronde berpotensi menjadi ujian stamina sekaligus mental. Pantoja mungkin mendapatkan keuntungan jika mampu mengontrol grappling sejak awal. Namun, Van dapat semakin berbahaya jika pertandingan berlangsung panjang dan kecepatannya tetap terjaga. Apa pun hasilnya, UFC 331 akan memberikan jawaban yang tidak sempat muncul dalam 26 detik pertemuan pertama mereka.