Inews Combat Sports – Kamaru Usman kembali menjadi sorotan setelah menerima tantangan menghadapi mantan juara kelas menengah, Dricus du Plessis, pada laga utama UFC Oklahoma City di Paycom Center. Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa bagi mantan raja kelas welter tersebut. Ia melihat duel ini sebagai kesempatan untuk membuka jalan menuju perebutan gelar berikutnya. Setelah melewati masa sulit dalam beberapa tahun terakhir, Usman akhirnya kembali menemukan kepercayaan diri. Ia kini ingin membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi UFC. Karena itu, kemenangan atas Du Plessis memiliki arti yang sangat besar. Tidak hanya menjaga reputasinya, hasil positif juga akan memperkuat posisinya dalam persaingan kelas menengah. Dengan tekad tersebut, Kamaru Usman Bidik Gelar kembali menjadi tujuan utama dalam perjalanan kariernya yang penuh tantangan.
Sean Strickland Menjadi Target Pertama Setelah Duel Besar
Saat menghadiri sesi media jelang pertandingan, Usman tidak ragu menyebut Sean Strickland sebagai lawan berikutnya apabila berhasil mengalahkan Du Plessis. Menurutnya, pilihan tersebut merupakan langkah yang paling masuk akal. Strickland masih menjadi salah satu nama terbesar di divisi kelas menengah. Oleh sebab itu, kemenangan atas mantan juara tersebut akan memberikan nilai yang sangat tinggi. Selain itu, duel antara Usman dan Strickland juga memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemar UFC. Kedua petarung dikenal memiliki karakter kuat, gaya bertarung agresif, dan mental kompetitif. Pertemuan mereka dipastikan menghadirkan atmosfer panas sejak konferensi pers hingga malam pertandingan. Meski begitu, Usman tetap fokus pada tugas utamanya lebih dulu. Ia memahami bahwa semua rencana hanya akan menjadi kenyataan jika mampu melewati tantangan berat melawan Dricus du Plessis.
Baca Juga : Murat Gassiev Pertahankan Gelar WBA Heavyweight Hentikan Peter Kadiru
Islam Makhachev Tetap Menjadi Impian yang Belum Terwujud
Selain Sean Strickland, nama Islam Makhachev masih berada dalam daftar target Kamaru Usman. Setelah mengalahkan Joaquin Buckley beberapa waktu lalu, Usman sebenarnya berharap mendapat kesempatan memperebutkan gelar kelas welter melawan Makhachev. Namun, UFC memiliki rencana berbeda karena masih banyak penantang lain yang menunggu giliran. Keputusan tersebut memang membuat Usman harus mengubah arah perjalanan kariernya. Meski demikian, ia tidak pernah menghapus keinginannya menghadapi juara asal Dagestan itu. Menurut Usman, selama Makhachev masih memegang sabuk juara, peluang tersebut tetap terbuka. Ia percaya setiap kemenangan akan membawanya semakin dekat menuju pertarungan impian tersebut. Oleh karena itu, Kamaru Usman Bidik Gelar bukan hanya di kelas menengah, tetapi juga membuka kemungkinan kembali mengejar sabuk kelas welter jika kesempatan itu akhirnya datang.
Kemenangan atas Joaquin Buckley Mengubah Kepercayaan Diri Usman
Perjalanan Usman menuju UFC Oklahoma City tidak datang tanpa perjuangan. Tiga belas bulan sebelumnya, ia berhasil mengakhiri puasa kemenangan yang berlangsung hampir empat tahun. Dalam laga utama UFC Atlanta, Usman tampil dominan saat mengalahkan Joaquin Buckley melalui keputusan mutlak. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan bertarungnya masih berada di level elite. Banyak pengamat sempat meragukan masa depannya setelah mengalami beberapa kekalahan beruntun. Namun, Usman mampu menjawab keraguan itu dengan penampilan disiplin dan penuh kontrol. Kemenangan tersebut juga mengembalikan rasa percaya diri yang sempat hilang. Kini, ia datang dengan semangat baru dan target yang jauh lebih besar. Keberhasilan mengalahkan Buckley menjadi fondasi penting sebelum menghadapi tantangan lebih berat di kelas menengah. Momentum positif itu ingin terus dijaga agar kariernya kembali berada di jalur perebutan gelar.
Baca Juga : Johnny Fisher Resmi Tinggalkan Matchroom, Pilih Bergabung dengan Zuffa Boxing
Naik ke Kelas Menengah Bukan Berarti Jalan Menjadi Lebih Mudah
Banyak orang menganggap perpindahan Usman ke kelas menengah merupakan cara yang lebih mudah untuk kembali memburu sabuk juara. Namun, Usman menolak anggapan tersebut. Menurutnya, keputusan naik divisi bukan karena tingkat persaingan lebih ringan, melainkan karena kesempatan yang tersedia memang lebih sesuai. Ia mengingat kembali pengalamannya saat menghadapi Khamzat Chimaev di UFC 294 pada Oktober 2023. Ketika itu, Usman menerima pertarungan dalam waktu singkat dan hanya kalah tipis melalui keputusan mayoritas. Pengalaman tersebut membuatnya yakin mampu bersaing di kelas 185 pon. Meski begitu, ia juga mengakui bahwa divisi ini dipenuhi petarung tangguh. Nama-nama seperti Jared Cannonier, Nassourdine Imavov, Caio Borralho, hingga Gregory Rodrigues atau Robocop menjadi tantangan serius. Karena itu, setiap langkah menuju gelar tetap membutuhkan perjuangan yang tidak mudah.
Dricus du Plessis Membawa Motivasi yang Sama Besarnya
Di sisi lain, Dricus du Plessis juga datang dengan tekad kuat untuk bangkit. Mantan juara kelas menengah itu kembali bertanding setelah kehilangan sabuk juara dari Khamzat Chimaev pada UFC 319 beberapa bulan lalu. Kekalahan tersebut menjadi momen yang sulit bagi petarung asal Afrika Selatan tersebut. Kini, ia ingin membuktikan bahwa dirinya masih layak berada di puncak divisi. Pertarungan melawan Usman menjadi kesempatan ideal untuk menghidupkan kembali ambisi tersebut. Dengan gaya bertarung yang agresif, tekanan tinggi, dan kekuatan fisik yang luar biasa, Du Plessis dipastikan akan memberikan ujian berat bagi lawannya. Situasi ini membuat laga utama UFC Oklahoma City semakin menarik untuk disaksikan. Kedua petarung sama-sama membawa misi besar. Mereka tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga ingin membuka jalan menuju perebutan gelar UFC berikutnya.
Hasil Pertarungan Akan Mengubah Arah Persaingan Dua Divisi
Pertemuan antara Usman dan Du Plessis memiliki dampak besar terhadap masa depan UFC. Apabila Usman berhasil menang, peluang menghadapi Sean Strickland atau bahkan Islam Makhachev akan semakin terbuka. Sebaliknya, kemenangan Du Plessis akan mengembalikannya ke jalur perebutan sabuk kelas menengah. Situasi ini membuat pertarungan tersebut memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar laga utama biasa. UFC juga memperoleh banyak pilihan menarik untuk menentukan pertandingan besar berikutnya. Dari sisi penggemar, duel ini menjadi tontonan yang sangat dinantikan karena mempertemukan dua mantan juara dengan pengalaman luar biasa. Siapa pun yang keluar sebagai pemenang akan membawa momentum besar menuju laga berikutnya. Oleh sebab itu, Kamaru Usman Bidik Gelar bukan hanya menjadi ambisi pribadi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam peta persaingan UFC yang terus berubah setiap musim.