Inews Combat Sports – Drama timbang UFC Shanghai menjadi perhatian menjelang pertarungan yang mempertemukan Umar Nurmagomedov dan Song Yadong sebagai laga utama. Sesi timbang resmi berlangsung dengan 26 petarung bersiap memasuki oktagon. Namun, perhatian kemudian tertuju pada duel kelas strawweight antara Xiong Jingnan dan Julia Polastri. Keduanya gagal memenuhi batas berat yang ditentukan. Xiong mencatat 117 pound, atau satu pound di atas batas. Sementara itu, Polastri mencapai 118,5 pound dan melewati batas sebesar 2,5 pound. Situasi tersebut cukup langka karena dua petarung dalam pertandingan yang sama gagal mencapai berat ideal. Meski demikian, duel mereka tetap dijadwalkan berlangsung sebagai pertandingan catchweight. Tidak ada penalti yang diberikan kepada keduanya berdasarkan informasi resmi UFC. Kondisi ini membuat sesi timbang yang biasanya menjadi rutinitas berubah menjadi cerita menarik menjelang pertarungan di Shanghai.
Xiong Jingnan dan Julia Polastri Tetap Mendapat Lampu Hijau
Kegagalan Xiong Jingnan dan Julia Polastri mencapai batas strawweight tidak membuat pertandingan mereka dibatalkan. UFC memutuskan duel tersebut tetap berlangsung dengan status catchweight. Keputusan itu memberi kesempatan kepada kedua petarung untuk tetap menunjukkan kemampuan setelah menjalani kamp latihan panjang. Bagi atlet MMA, proses menurunkan berat badan sering menjadi salah satu fase paling menantang sebelum pertandingan. Mereka harus mengatur makanan, cairan, latihan, dan pemulihan secara hati-hati. Karena itu, selisih beberapa pound dapat membawa dampak besar terhadap kesiapan fisik. Menariknya, UFC tidak memberikan hukuman kepada Xiong maupun Polastri dalam kasus ini. Situasi tersebut berbeda dari beberapa kasus kelebihan berat lainnya yang biasanya disertai pemotongan bayaran. Meski pertandingan tetap berjalan, perhatian kini beralih pada bagaimana kondisi fisik kedua petarung setelah proses penurunan berat menjelang mereka memasuki oktagon.
Baca Juga : Callum Peters Kalahkan Blake Wells Lewat TKO Ronde Kedelapan
Andre Lima Kembali Gagal Memenuhi Batas Kelas Flyweight
Drama tidak berhenti pada pertandingan Xiong dan Polastri. Andre Lima juga gagal mencapai batas kelas flyweight setelah timbangannya menunjukkan 127 pound. Angka tersebut satu pound di atas batas pertandingan non-gelar. Berbeda dari dua petarung strawweight sebelumnya, Lima menerima penalti berupa pemotongan 20 persen dari bayarannya. Duel melawan Namsrai Batbayar, yang mencatat berat 126 pound, tetap berlangsung sebagai pertandingan catchweight. Kegagalan ini bukan pengalaman pertama Lima selama berkarier di UFC. Pada Mei 2024, ia pernah datang empat pound lebih berat sebelum menghadapi Mitch Raposo di UFC 302. Meski bermasalah pada timbangan saat itu, Lima akhirnya memenangkan pertarungan. Kali ini tekanannya berbeda. Ia datang setelah menelan kekalahan profesional pertamanya dari Kevin Borjas pada Juni. Karena itu, UFC Shanghai menjadi kesempatan penting bagi Lima untuk kembali membangun momentum sekaligus menjawab keraguan.
Umar Nurmagomedov dan Song Yadong Tepat Memenuhi Berat
Di tengah berbagai masalah timbangan, laga utama UFC Shanghai justru berjalan tanpa hambatan berarti. Umar Nurmagomedov berhasil mencatat berat 135,5 pound, sedangkan Song Yadong berada tepat pada 136 pound. Keduanya memenuhi persyaratan untuk pertandingan bantamweight sehingga duel utama dapat berlangsung sesuai rencana. Keberhasilan tersebut membuat fokus penggemar kembali tertuju pada kualitas pertarungan yang ditawarkan kedua atlet. Nurmagomedov membawa kemampuan grappling kuat, kontrol pertandingan, serta permainan teknis yang membuatnya menjadi salah satu nama penting di divisi bantamweight. Namun, Song bukan lawan yang mudah. Petarung asal China tersebut dikenal memiliki striking agresif dan kekuatan pukulan yang berbahaya. Bertanding di Shanghai juga memberikan dimensi emosional tersendiri bagi Song. Dengan proses timbang selesai tanpa masalah, keduanya kini hanya perlu menjaga kondisi sebelum memasuki oktagon dan mempertaruhkan posisi mereka dalam persaingan divisi.
Baca Juga : Moses Itauma vs Filip Hrgovic Panaskan Perebutan Gelar Dunia Heavyweight IBF
Deretan Petarung Lain Siap Meramaikan UFC Shanghai
Selain duel utama, kartu pertandingan UFC Shanghai menghadirkan sejumlah nama yang menarik perhatian. Yan Xiaonan berhasil mencatat 115,5 pound sebelum menghadapi Denise Gomes yang berada pada 115 pound. Aoriqileng dan Kai Asakura sama-sama mencatat berat 135,5 pound untuk pertandingan bantamweight mereka. Sementara itu, Alex Perez mencapai 126 pound dan akan menghadapi Sumudaerji yang mencatat 125 pound. Kartu utama juga menampilkan Liu Ce melawan Levi Rodrigues Jr., dengan keduanya sama-sama berada pada 206 pound. Bilal Hasan dan Nilson Rojas bahkan menghasilkan angka identik 124,5 pound. Hasil timbang tersebut memberikan gambaran bahwa sebagian besar peserta berhasil menyelesaikan kewajiban mereka dengan baik. Di balik angka pada timbangan, setiap petarung membawa perjalanan berbeda menuju Shanghai. Ada yang mengejar momentum baru, mempertahankan reputasi, atau mencoba membuka jalan menuju peringkat lebih tinggi dalam divisinya.
Drama Timbang Mengingatkan Beratnya Persiapan Seorang Petarung
Drama timbang UFC Shanghai kembali memperlihatkan sisi MMA yang jarang terlihat ketika penonton hanya menyaksikan pertarungan di oktagon. Sebelum pukulan pertama dilepaskan, para atlet telah menghadapi perjuangan panjang untuk mencapai berat pertandingan. Proses weight cut dapat menuntut disiplin tinggi karena petarung harus menyeimbangkan latihan keras dengan pengaturan nutrisi dan cairan. Kegagalan mencapai batas tidak selalu berarti kurangnya profesionalisme. Kondisi tubuh, cedera, perubahan metabolisme, hingga strategi pemotongan berat dapat memengaruhi hasil akhir. Namun, aturan tetap penting untuk menjaga keadilan kompetisi. Karena itulah penalti finansial atau perubahan pertandingan menjadi catchweight sering diterapkan. Kasus Xiong Jingnan, Julia Polastri, dan Andre Lima membuat sesi timbang UFC Shanghai menjadi sorotan tersendiri. Kini semua perhatian bergeser menuju oktagon, tempat hasil latihan dan pengorbanan mereka akan benar-benar diuji.
Pertarungan Utama Membawa Taruhan Besar bagi Divisi Bantamweight
Terlepas dari kontroversi timbangan, duel Umar Nurmagomedov melawan Song Yadong tetap menjadi pusat perhatian UFC Shanghai. Pertandingan ini membawa konsekuensi besar bagi peta persaingan kelas bantamweight. Nurmagomedov ingin terus mendekati kesempatan bertarung di level tertinggi setelah membangun kembali momentumnya. Di sisi lain, kemenangan atas nama sebesar Nurmagomedov dapat meningkatkan posisi Song secara signifikan. Dukungan publik tuan rumah juga berpotensi menghadirkan atmosfer yang lebih intens ketika keduanya memasuki arena. Namun, pada akhirnya kemampuan teknis dan ketenangan akan menentukan siapa yang mampu mengendalikan pertandingan. Hasil sesi timbang memastikan tidak ada persoalan berat badan yang membayangi duel utama. Dengan kondisi tersebut, penggemar dapat menantikan pertarungan yang lebih seimbang. Shanghai kini menjadi panggung bagi dua bantamweight elite untuk membuktikan siapa yang paling siap mengambil langkah besar berikutnya.