Inews Combat Sports – Max Holloway Kritik McGregor setelah rival lamanya melontarkan komentar mengenai duel mereka di UFC 329. Pertarungan ulang tersebut seharusnya menjadi salah satu laga terbesar musim panas 2026. Namun, duel berakhir sangat cepat karena Conor McGregor mengalami cedera ACL pada awal pertandingan. Holloway akhirnya dinyatakan menang TKO dalam situasi yang jauh dari harapan penonton. Setelah laga, McGregor mengatakan dirinya sebenarnya siap memberikan kekalahan besar kepada Holloway sebelum cedera menghentikan aksinya. Pernyataan itu tidak diterima begitu saja oleh Holloway. Melalui kanal YouTube miliknya, petarung asal Hawaii tersebut menilai McGregor terlalu percaya diri terhadap skenario yang tidak sempat terjadi. Holloway bahkan mengatakan lawannya terasa lambat selama waktu singkat mereka berada di oktagon. Meski nada komentarnya tajam, ia tetap menyampaikan rasa kecewa karena penggemar tidak mendapatkan pertarungan panjang yang sudah mereka nantikan.
Cedera ACL Membuat Duel Besar Berakhir Antiklimaks
Pertemuan Holloway dan McGregor memiliki sejarah panjang karena keduanya pertama kali bertarung pada 2013. Saat itu, McGregor menang melalui keputusan juri meski mengalami cedera lutut. Lebih dari satu dekade kemudian, cerita serupa kembali muncul dengan hasil berbeda. Pada UFC 329, McGregor kembali mengalami cedera lutut, kali ini pada bagian ACL, dalam fase awal pertarungan. Akibatnya, Holloway meraih kemenangan TKO tanpa kesempatan menunjukkan bagaimana strategi lengkapnya akan berjalan. Situasi tersebut membuat Max Holloway Kritik McGregor terasa semakin emosional. Holloway memahami bahwa cedera merupakan bagian dari olahraga, tetapi ia menolak narasi bahwa dirinya hampir menerima dominasi besar. Menurutnya, waktu singkat di dalam oktagon justru memberikan kesan berbeda. Ia merasa McGregor tidak bergerak secepat masa jayanya. Meski begitu, penilaian tersebut tetap merupakan pandangan Holloway sebagai lawan langsung, bukan kesimpulan objektif mengenai kemampuan McGregor secara keseluruhan.
Baca Juga : Claressa Shields Dituding Hindari Tawaran Rp Jutaan Dolar dari Cris Cyborg
Holloway Sebut McGregor Terasa Lambat dan Tampak Menua
Komentar paling tajam Holloway muncul ketika membahas kondisi McGregor selama pertarungan berlangsung. Ia mengatakan petarung asal Irlandia tersebut terasa lambat dan terlihat lebih tua dibandingkan yang ia bayangkan. Pernyataan itu kemudian menjadi pusat perhatian karena McGregor sebelumnya menggambarkan dirinya siap memberikan “generational beating” sebelum cedera terjadi. Bagi Holloway, klaim tersebut tidak sesuai dengan pengalaman yang ia rasakan di arena. Karena itu, Max Holloway Kritik McGregor bukan hanya tentang hasil pertandingan, tetapi juga tentang siapa yang sebenarnya terlihat lebih siap saat duel dimulai. Holloway bahkan menegaskan bahwa jika pertarungan besar dan dominan benar-benar terjadi, ia tidak yakin McGregor akan berada di sisi yang memberi hukuman. Meski demikian, pertarungan terlalu singkat untuk memberikan gambaran lengkap. Cedera menghentikan duel sebelum kedua petarung dapat menjalankan strategi secara utuh, sehingga perdebatan mengenai siapa yang lebih unggul tetap akan hidup di kalangan penggemar.
McGregor Masih Mengincar Trilogi Setelah Pulih dari Cedera
Cedera ACL diperkirakan membuat McGregor harus menepi dalam waktu cukup panjang. Situasi itu membuat kemungkinan duel ulang tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat. Namun, McGregor sudah menunjukkan ketertarikan terhadap pertarungan ketiga pada musim panas berikutnya. Holloway sendiri tidak menutup pintu. Ia mengatakan bersedia bertarung kembali apabila UFC menganggap trilogi tersebut menjadi pilihan terbaik. Sikap tersebut menunjukkan bahwa Max Holloway Kritik McGregor tidak berarti hubungan kompetitif mereka berakhir. Justru sebaliknya, kontroversi seusai UFC 329 dapat membuat pertarungan ketiga semakin menarik secara komersial. Dua petarung memiliki sejarah sejak 2013, sementara duel kedua berakhir tanpa kepuasan penuh akibat cedera. Namun, Holloway juga tidak ingin menunggu terlalu lama tanpa kepastian. Ia tetap ingin aktif bertarung dan siap menerima peluang lain. Bagi Holloway, pertarungan besar harus datang pada waktu yang tepat, bukan hanya karena nilai nostalgia.
Baca Juga : Jermell Charlo Bidik Tim Tszyu untuk Pertarungan Berikutnya
Peluang Perebutan Gelar Welterweight Mulai Masuk Pembicaraan
Holloway kini memiliki pilihan menarik setelah bergerak ke kelas welterweight. Ia bahkan membuka kemungkinan mengejar perebutan gelar apabila UFC menawarkan kesempatan tersebut. Nama Islam Makhachev ikut masuk dalam pembicaraan setelah keduanya terlibat adu komentar melalui media sosial. Holloway menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud merendahkan siapa pun. Namun, respons dari kubu juara membuat situasi berkembang menjadi potensi pertarungan besar. Dalam konteks tersebut, Max Holloway Kritik McGregor hanyalah satu bagian dari sejumlah peluang yang tersedia. Holloway tidak ingin seluruh masa depannya bergantung pada pemulihan McGregor. Ia merasa sudah siap kembali ke oktagon ketika UFC menentukan lawan berikutnya. Jika tawaran gelar muncul di kelas tertentu, ia ingin mempertimbangkannya dengan serius. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa Holloway masih memiliki ambisi kompetitif tinggi. Ia tidak hanya mengejar pertarungan dengan nama besar, tetapi juga kesempatan menambah pencapaian dalam kariernya.
Holloway Tetap Terbuka untuk Duel di Beberapa Kelas
Selain kemungkinan bertemu McGregor lagi, Holloway juga menyebut peluang perebutan gelar di kelas berbeda sebagai sesuatu yang menarik. Ia memiliki sejarah panjang di kelas ringan dan kini mencoba tantangan baru di welterweight. Fleksibilitas tersebut memberi UFC banyak pilihan ketika menyusun pertandingan berikutnya. Max Holloway Kritik McGregor mungkin mendominasi pemberitaan, tetapi fokus Holloway terlihat lebih luas daripada sekadar rivalitas lama. Ia ingin tetap aktif dan siap menghadapi lawan yang memberikan tantangan nyata. Holloway juga mengingatkan bahwa dirinya memiliki sejarah dengan sejumlah juara dan mantan lawan di divisi berbeda. Kondisi tersebut dapat membuka banyak skenario menarik. Namun, keputusan akhirnya tetap berada di tangan UFC. Bagi Holloway, hal terpenting adalah tetap siap ketika panggilan datang. Ia tidak ingin kehilangan momentum hanya karena menunggu satu pertandingan yang belum memiliki tanggal pasti.
Rivalitas Lama Bisa Mendapat Babak Ketiga yang Lebih Besar
Pertarungan ketiga antara Holloway dan McGregor berpotensi menjadi salah satu laga paling emosional apabila benar-benar digelar. Pertemuan pertama terjadi ketika keduanya masih membangun nama. Pertemuan kedua berlangsung ketika mereka sudah menjadi dua figur besar dalam sejarah UFC, tetapi berakhir karena cedera. Karena itu, trilogi memiliki narasi alami yang mudah menarik perhatian penggemar. Max Holloway Kritik McGregor setelah UFC 329 juga menambahkan ketegangan baru dalam rivalitas mereka. McGregor ingin membuktikan bahwa cedera menghalangi penampilannya, sementara Holloway merasa dirinya sudah melihat tanda bahwa lawannya tidak lagi berada pada level terbaik. Namun, sebelum trilogi dapat diwujudkan, pemulihan McGregor menjadi faktor utama. Sementara itu, Holloway tidak berniat berhenti bertanding. Jika peluang perebutan gelar datang lebih dahulu, ia siap mengambilnya. Masa depan kedua petarung kini bergantung pada kesehatan, keputusan UFC, dan momentum yang berkembang setelah pertarungan kontroversial tersebut.