Inews Combat Sports – DWCS Season 10 membuka perjalanan barunya dengan malam yang menghadirkan dua wajah berbeda di Las Vegas. Beberapa duel berjalan ketat dan menuntut kesabaran, sementara dua pertarungan berakhir lewat penyelesaian eksplosif pada ronde pertama. Namun, perhatian terbesar datang setelah seluruh pertandingan selesai. Dana White akhirnya memberikan kontrak UFC kepada empat petarung, yaitu Joseph Kropschot, Thomas Pagliarulo, Bilal Hasan, dan Anthony Wint. Keputusan tersebut membuat pekan pertama terasa sangat berarti bagi para atlet yang datang membawa mimpi besar. Dana White’s Contender Series memang bukan sekadar panggung untuk mengejar kemenangan. Setiap peserta juga harus menunjukkan alasan mengapa dirinya pantas bertarung di level UFC. Karena itu, tekanan selalu terasa sejak pintu oktagon ditutup. Pada malam pembuka musim kesepuluh ini, Hasan dan Wint menjadi dua nama yang paling mencuri perhatian melalui kemenangan cepat yang langsung mengubah arah karier mereka.
Bilal Hasan Membuktikan Status Favorit dengan Cara Spektakuler
Sorotan besar tertuju kepada Bilal Hasan bahkan sebelum pertarungan dimulai. Ia memasuki duel melawan Mridul Saikia sebagai favorit sangat besar, dengan angka taruhan yang disebut mencapai -5000. Namun, ekspektasi tersebut tidak membuat Hasan bermain aman. Sebaliknya, ia langsung menekan lawannya melalui tendangan ke tubuh dan serangan agresif sejak detik awal. Ketika Saikia mencoba membalas menggunakan low kick, Hasan menemukan ruang untuk melepaskan pukulan kanan keras. Serangan itu membuat Saikia terjatuh sebelum Hasan melanjutkan tekanan dengan beberapa pukulan di ground. Wasit Herb Dean kemudian menghentikan pertandingan hanya 45 detik setelah ronde pertama dimulai. Setelah kemenangan tersebut, Hasan bahkan merayakannya dengan gerakan moonwalk di dalam oktagon. Penampilan singkat tetapi eksplosif itu membuatnya menjadi salah satu cerita terbesar dari DWCS Season 10 Week 1 sekaligus mengamankan kontrak UFC.
Baca Juga : Rolly Romero vs Teofimo Lopez Memanas Jelang Duel Perebutan Gelar WBA
Anthony Wint Hanya Membutuhkan 34 Detik untuk Mencuri Perhatian
Jika Bilal Hasan tampil cepat, Anthony Wint bahkan menyelesaikan pekerjaannya sebelas detik lebih singkat. Menghadapi Matt Adams di kelas berat, Wint membuka pertandingan dengan serangkaian tendangan ke kaki. Adams kemudian mencoba membawa pertarungan ke bawah melalui takedown. Namun, Wint membaca serangan tersebut dengan baik dan membalikkan posisi. Begitu mendapatkan kendali di atas, mantan pemain New York Jets itu langsung meningkatkan tekanan. Ia menghujani Adams dengan pukulan tanpa memberikan banyak kesempatan untuk bangkit atau memperbaiki posisi. Herb Dean akhirnya masuk dan menghentikan pertandingan pada detik ke-34 ronde pertama. Kemenangan TKO tersebut memperlihatkan kombinasi kekuatan fisik, respons cepat, dan naluri penyelesaian yang dibutuhkan di kelas berat. Lebih penting lagi, performa itu memberikan kesan kuat kepada Dana White. Wint kemudian menjadi salah satu dari empat petarung yang memperoleh kesempatan melanjutkan perjalanan mereka di UFC.
Thomas Pagliarulo Bertahan dari Tekanan sebelum Membalikkan Pertarungan
Berbeda dari dua kemenangan kilat sebelumnya, Thomas Pagliarulo harus melewati perjalanan yang jauh lebih melelahkan ketika menghadapi Ananias Mulumba. Pagliarulo sempat mengguncang lawannya melalui pukulan lurus pada awal pertarungan. Namun, Mulumba segera membalas dan beberapa kali membuat lutut Pagliarulo goyah. Situasi tersebut memaksa keduanya bertukar momentum dalam duel yang penuh tekanan. Pagliarulo kemudian mulai memanfaatkan takedown, jab, serta variasi serangan untuk mengurangi agresivitas Mulumba. Ketika lawannya mulai kehilangan tenaga, ia meningkatkan tempo dan bahkan sempat mengancam melalui percobaan D’Arce choke. Serangan siku pendek juga membuka luka pada Mulumba. Tekanan Pagliarulo akhirnya semakin sulit dihentikan hingga wasit Mike Beltran mengakhiri pertarungan. Kemenangan tersebut mungkin tidak datang secepat Hasan atau Wint, tetapi daya tahan dan kemampuan beradaptasinya cukup meyakinkan Dana White untuk memberinya kontrak UFC.
Baca Juga :Aaron McKenna vs Etinosa Oliha, Duel Gelar Dunia Panaskan Dublin
Abe Alsaghir Menang Tipis tetapi Belum Mendapat Kontrak UFC
Tidak semua kemenangan pada malam pembuka menghasilkan tiket menuju UFC. Duel Fabrizio Escarrega melawan Abe Alsaghir menjadi contoh betapa tipisnya batas antara menang dan benar-benar meninggalkan kesan. Escarrega membuka pertarungan secara agresif, sementara Alsaghir berkali-kali mencoba takedown untuk mengubah arah duel. Kedua petarung saling mendapatkan momentum, baik melalui pertukaran pukulan maupun perebutan posisi di lantai. Namun, pertandingan tidak menghasilkan penyelesaian dramatis seperti beberapa duel lainnya. Setelah tiga ronde, Alsaghir akhirnya dinyatakan menang melalui split decision dengan skor 27-30, 29-28, dan 29-28. Hasil tersebut memberikan kemenangan penting dalam catatan profesionalnya. Meski demikian, namanya tidak termasuk dalam empat petarung yang mendapatkan kontrak malam itu. Situasi ini kembali memperlihatkan karakter keras Contender Series. Kemenangan memang penting, tetapi performa yang mampu meyakinkan pengambil keputusan sering menjadi faktor yang sama besarnya.
Empat Kontrak UFC Menjadi Hadiah Terbesar pada Pekan Pertama
Ketika seluruh pertarungan berakhir, perhatian berpindah dari hasil pertandingan menuju keputusan Dana White. Empat nama akhirnya mendapat kesempatan memasuki roster UFC: Joseph Kropschot, Thomas Pagliarulo, Bilal Hasan, dan Anthony Wint. Bagi para petarung tersebut, kontrak itu menjadi hasil dari perjalanan panjang yang sering berlangsung jauh dari sorotan besar. Contender Series memberikan satu malam untuk menunjukkan kemampuan, tetapi satu penampilan dapat menentukan arah karier selama bertahun-tahun. Hasan dan Wint mendapatkan sorotan berkat penyelesaian ronde pertama yang eksplosif. Sementara itu, Pagliarulo menunjukkan ketahanan ketika harus menghadapi situasi sulit sebelum membalikkan pertandingan. Kropschot turut melengkapi kelompok petarung yang dipilih Dana White pada pembukaan musim ini. Dengan empat kontrak langsung pada pekan pertama, DWCS Season 10 kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pintu penting menuju panggung terbesar dalam olahraga mixed martial arts.
DWCS Season 10 Mulai Membuka Jalan bagi Generasi Baru UFC
Pekan pertama mungkin baru menjadi awal, tetapi DWCS Season 10 sudah menghadirkan gambaran tentang kerasnya persaingan menuju UFC. Para petarung tidak cukup hanya membawa rekor kemenangan atau reputasi dari kompetisi sebelumnya. Mereka harus menunjukkan ketenangan, kemampuan membaca situasi, daya tahan, serta naluri menyelesaikan pertandingan ketika kesempatan muncul. Bilal Hasan membuktikan bahwa tekanan sebagai favorit besar tidak selalu menjadi beban. Anthony Wint menunjukkan bagaimana satu pembalikan posisi dapat berubah menjadi kemenangan hanya dalam hitungan detik. Sementara itu, Thomas Pagliarulo memperlihatkan bahwa keberanian bertahan ketika momentum berbalik juga memiliki nilai besar. Empat kontrak yang diberikan Dana White akhirnya menjadi simbol kesempatan baru. Selanjutnya, tantangan mereka akan semakin berat karena UFC menawarkan level persaingan berbeda. Meski begitu, malam di Las Vegas tersebut menjadi titik ketika mimpi mereka berubah menjadi peluang nyata.