Inews Complex – Perjalanan Conor McGregor menuju octagon kembali menghadapi ujian berat. Setelah penantian panjang untuk bertarung lagi, petarung asal Irlandia itu kini harus menjalani pemulihan setelah operasi cedera ACL pada lututnya. Cedera tersebut terjadi dalam laga comeback melawan Max Holloway di UFC 329 pada Juli 2026. Pertarungan itu memiliki arti besar karena menjadi penampilan pertama McGregor dalam lima tahun. Namun, cedera kembali mengubah rencana yang telah ia bangun. Meski demikian, Conor McGregor usai operasi menunjukkan sikap optimistis melalui video yang dibagikan di media sosial. Ia memastikan operasi berjalan sukses dan kini fokus menjalani proses pemulihan. McGregor bahkan menegaskan bahwa komentar para peragu tidak akan mengubah keyakinannya. Baginya, operasi hanyalah awal. Pekerjaan sebenarnya dimulai ketika ia harus membangun kembali kondisi fisik dan mempersiapkan kesempatan untuk kembali bertarung.
Operasi Berhasil Membuka Jalan Menuju Pemulihan
McGregor mengumumkan bahwa operasi untuk memperbaiki ACL yang robek telah berhasil dilakukan. Setelah prosedur tersebut, petarung berusia 38 tahun itu langsung mengalihkan perhatian pada proses pemulihan. Melalui video yang dibagikan pada Jumat, McGregor menggambarkan mentalitasnya dengan nada penuh keyakinan. Ia tidak ingin cedera menjadi alasan untuk menghentikan ambisinya. Sebaliknya, situasi tersebut ia jadikan awal dari perjalanan baru. Sikap itu terasa penting mengingat jalan menuju comeback sebelumnya sudah berlangsung panjang. McGregor baru kembali bertanding setelah absen selama lima tahun. Kini, ia kembali menghadapi periode tanpa pertandingan karena lututnya membutuhkan pemulihan. Namun, McGregor masih membidik kesempatan bertarung pada musim panas tahun depan. Pertandingan tersebut direncanakan menjadi laga terakhir dalam kontraknya saat ini bersama UFC. Karena itu, setiap tahap pemulihan akan memiliki arti penting bagi kelanjutan kariernya.
Baca Juga : Claressa Shields Siap Rebut Gelar Kaye Scott dalam Duel Dunia 15 Agustus
Dominick Cruz dan Georges St-Pierre Jadi Inspirasi
Dalam pesan terbarunya, McGregor menyebut beberapa nama yang menjadi sumber motivasi selama menjalani pemulihan. Dua di antaranya berasal dari dunia MMA, yaitu Dominick Cruz dan Georges St-Pierre. Cruz pernah menghadapi beberapa cedera ACL sebelum kembali ke level tertinggi dan merebut lagi gelar bantamweight. Sementara itu, St-Pierre juga pernah mengalami masalah ACL dalam perjalanan kariernya. McGregor melihat kisah mereka sebagai bukti bahwa cedera serius tidak selalu menutup perjalanan seorang atlet. Ia juga menyinggung Tom Brady dan Aaron Rodgers dari dunia olahraga Amerika sebagai contoh lain. Namun, kisah para petarung tetap terasa paling dekat dengannya. McGregor memahami bahwa perjalanan kembali menuju octagon membutuhkan lebih dari sekadar rasa percaya diri. Proses panjang tetap menanti. Meski begitu, pengalaman atlet lain memberikan gambaran bahwa masa sulit dapat dilewati dengan kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk terus bergerak maju.
Pesan untuk Para Peragu Menunjukkan Mentalitas McGregor
McGregor kemudian menyampaikan pesan singkat yang mencerminkan karakter kompetitifnya. Ia mengatakan operasi telah selesai dan lututnya sudah diperbaiki. Menurutnya, orang yang meragukan dirinya boleh terus berbicara. Fokusnya kini berada pada pekerjaan untuk kembali bangkit. Ia juga menegaskan tidak ingin mencari jalan pintas atau alasan selama menjalani pemulihan. Pesan tersebut terasa sangat khas McGregor, sosok yang sepanjang kariernya dikenal memiliki kepercayaan diri tinggi. Namun, kali ini tantangannya bukan lawan yang berdiri di seberang octagon. Ia harus menghadapi tubuhnya sendiri dan proses rehabilitasi yang membutuhkan waktu. Keyakinan tentu tidak dapat menggantikan tahapan pemulihan. Meski demikian, mentalitas positif dapat membantu seorang atlet menjaga motivasi selama masa sulit. Bagi McGregor, periode setelah operasi menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa semangat kompetitifnya masih ada setelah berbagai hambatan yang menghentikan kariernya dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga :Lennox Lewis Ragukan Masa Depan Anthony Joshua, Masih Layak Bertarung?
Cedera ACL Bukan Pengalaman Pertama bagi McGregor
Cedera lutut kali ini membawa McGregor kembali pada pengalaman lama. Ini merupakan cedera ACL kedua dalam perjalanan kariernya. Menariknya, cedera pertama juga terjadi ketika ia menghadapi Max Holloway pada Agustus 2013. Saat itu, McGregor tetap menyelesaikan pertarungan dan meraih kemenangan. Ia kemudian kembali pada Juli 2014 untuk menghadapi Diego Brandao. Setelah periode tersebut, karier McGregor berkembang pesat. Ia akhirnya menjadi juara UFC di kelas featherweight dan kemudian lightweight. Sejarah itu memberikan konteks berbeda terhadap cedera terbarunya. McGregor pernah menghadapi masalah lutut serius dan mampu kembali mencapai puncak. Namun, situasinya sekarang tentu berbeda. Usianya telah mencapai 38 tahun dan perjalanan kariernya sudah jauh lebih panjang. Karena itu, pengalaman masa lalu dapat menjadi sumber kepercayaan diri, tetapi proses pemulihan kali ini tetap membutuhkan perhatian tersendiri sebelum ia benar-benar siap bertanding kembali.
Lima Tahun Penantian Berakhir dengan Ujian Baru
Laga melawan Holloway seharusnya menjadi momen yang menandai dimulainya kembali karier McGregor. Sebelumnya, ia menghabiskan lima tahun tanpa pertandingan setelah mengalami patah kaki saat kalah dari Dustin Poirier di UFC 264 pada Juli 2021. Cedera tersebut membutuhkan proses pemulihan panjang. Kemudian, rencana comeback di UFC 303 pada 2024 kembali terganggu oleh cedera lain. Setelah berbagai penundaan, McGregor akhirnya kembali memasuki octagon pada Juli 2026. Namun, cedera ACL membuat perjalanan tersebut kembali terhenti. Situasi ini menciptakan cerita yang pahit bagi seorang petarung yang pernah menjadi salah satu bintang terbesar MMA. Meski demikian, McGregor memilih melihat kondisi tersebut sebagai tantangan berikutnya. Alih-alih berbicara tentang akhir karier, ia justru menekankan proses comeback. Kini, pertanyaan terbesar bukan mengenai keberaniannya, tetapi apakah tubuhnya dapat kembali mendukung ambisi besar yang masih ia miliki.
Musim Panas Tahun Depan Menjadi Target Comeback
McGregor masih mengarahkan pandangan pada musim panas tahun depan sebagai target untuk kembali bertarung. Jika rencana tersebut terwujud, pertandingan itu akan menjadi laga terakhir dalam kontrak UFC yang saat ini ia miliki. Target tersebut memberi pemulihannya tujuan yang jelas, meskipun perjalanan menuju pertandingan masih panjang. Sebelum memikirkan lawan, McGregor harus melewati rehabilitasi dan membangun kembali kemampuan fisiknya. Setiap perkembangan akan menentukan seberapa realistis rencana tersebut. Namun, pernyataan terbarunya menunjukkan bahwa ia belum kehilangan keinginan untuk kembali. Setelah lima tahun absen dan sejumlah cedera, satu pertandingan lagi memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil menang atau kalah. Laga itu dapat menjadi kesempatan bagi McGregor untuk menentukan sendiri bagaimana babak berikutnya dalam kariernya ditulis. Untuk saat ini, seluruh perjalanan tersebut dimulai dari satu pekerjaan sederhana tetapi berat: memulihkan lututnya.
McGregor Memulai Lagi Pertarungan di Luar Octagon
Ada ironi dalam perjalanan McGregor kali ini. Setelah akhirnya kembali menghadapi lawan di dalam octagon, ia kini harus menjalani pertarungan berbeda di luar arena. Tidak ada penonton, sorakan, atau sabuk yang diperebutkan selama proses pemulihan. Sebaliknya, kemajuan akan datang melalui latihan rehabilitasi dan kesabaran dari hari ke hari. McGregor tampaknya memahami situasi tersebut. Pernyataannya setelah operasi tidak berfokus pada rasa kecewa. Ia memilih berbicara tentang pekerjaan yang harus dilakukan dan kemauan untuk bangkit kembali. Kisah atlet seperti Cruz dan St-Pierre memberinya contoh bahwa cedera ACL tidak harus menjadi akhir perjalanan. Namun, McGregor tetap harus menulis kisahnya sendiri. Apakah ia benar-benar dapat kembali bertarung pada musim panas mendatang masih harus ditunggu. Satu hal sudah terlihat: setelah operasi selesai, McGregor kembali memasuki fase comeback dengan keyakinan yang belum padam.