Inews Combat Sports – Petarung kelas bulu UFC, Aaron Pico, kembali mencuri perhatian setelah meraih kemenangan knockout atas Losene Keita. Dalam pertarungan UFC Fight Night di Abu Dhabi pada 24 Oktober 2026, Pico menyelesaikan pertandingan pada ronde pertama. Hasil tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya di UFC. Sebelumnya, ia sempat menghadapi tantangan berat ketika menjalani debut di organisasi tersebut. Namun, kemenangan terbaru memberikan dorongan kepercayaan diri yang sangat berarti. Kini, Aaron Pico UFC semakin serius mengejar posisi terbaik di divisi featherweight. Petarung asal Amerika Serikat itu tidak ingin berhenti hanya karena berhasil mencatat kemenangan impresif. Sebaliknya, ia melihat hasil tersebut sebagai langkah menuju tantangan yang lebih besar. Menariknya, Pico juga tidak terlalu memikirkan siapa lawan berikutnya. Baginya, setiap pertandingan merupakan kesempatan untuk berkembang dan membuktikan kemampuan menghadapi petarung terbaik dunia.
Perubahan Lawan Tidak Mengganggu Persiapan Aaron Pico
Sebelum menghadapi Losene Keita, Aaron Pico sebenarnya dijadwalkan bertarung melawan Arnold Allen pada UFC 333. Namun, rencana tersebut berubah sehingga Pico akhirnya mendapatkan lawan berbeda. Keita merupakan petarung berbakat yang masih membangun reputasinya di UFC. Pergantian tersebut berpotensi menghadirkan risiko karena kemenangan atas petarung yang belum memiliki peringkat tinggi belum tentu memberikan peningkatan posisi secara signifikan. Meski begitu, Pico tidak menjadikan situasi tersebut sebagai masalah besar. Ia tetap menjalani persiapan dengan serius dan menunjukkan kemampuan terbaik ketika memasuki oktagon. Hasilnya, kemenangan knockout pada ronde pertama berhasil memperkuat momentumnya. Sikap tersebut memperlihatkan pendekatan Pico terhadap perjalanan kariernya. Ia tidak ingin terlalu sibuk menghitung keuntungan dari setiap pertandingan. Sebaliknya, ia berusaha menerima tantangan yang tersedia. Bagi Pico, pengalaman menghadapi berbagai karakter lawan merupakan bagian penting dalam proses menjadi petarung yang lebih matang.
Baca Juga : Rencana Lawan Usyk Gagal, Deontay Wilder Kini Bidik Murat Gassiev
Aljamain Sterling dan Kevin Vallejos Masuk Radar Berikutnya
Setelah kemenangan atas Keita, Aaron Pico mulai membicarakan sejumlah nama yang menarik untuk dihadapi. Salah satu kemungkinan muncul dari pertandingan antara Aljamain Sterling dan Kevin Vallejos. Pico mengaku ingin memperhatikan duel tersebut karena pemenangnya berpotensi menjadi lawan berikutnya. Namun, kemungkinan itu tetap bergantung pada hasil pertandingan dan kondisi kesehatan kedua petarung. Apabila semuanya berjalan lancar, pertarungan melawan salah satu dari mereka bisa menjadi tantangan menarik. Sterling memiliki pengalaman panjang di level tertinggi UFC, sedangkan Vallejos membawa ambisi besar sebagai petarung yang terus berkembang. Karena itu, keduanya menawarkan ujian berbeda bagi Pico. Meski memiliki beberapa nama incaran, Pico tidak ingin membatasi pilihan. Ia memahami bahwa UFC memiliki pertimbangan tersendiri ketika menyusun pertandingan. Oleh sebab itu, petarung berusia 30 tahun tersebut memilih tetap terbuka terhadap berbagai kemungkinan sambil mempertahankan fokus pada latihan.
Lerone Murphy Menjadi Lawan yang Ingin Dihadapi Kembali
Nama Lerone Murphy memiliki tempat khusus dalam perjalanan Aaron Pico di UFC. Murphy pernah mengalahkannya melalui knockout ketika Pico menjalani debut di oktagon. Kekalahan tersebut tentu meninggalkan pengalaman yang sulit dilupakan. Namun, Pico tidak menunjukkan kebencian pribadi terhadap mantan lawannya. Ia justru melihat pertandingan ulang sebagai kesempatan untuk membuktikan perkembangan kemampuan. Menurut Pico, dirinya melakukan beberapa kesalahan dalam pertarungan pertama sehingga gagal menampilkan strategi terbaik. Karena itu, ia ingin mendapatkan kesempatan memperbaiki hasil tersebut. Meski demikian, keinginan menghadapi Murphy bukan satu-satunya tujuan dalam kariernya. Pico tetap menyadari bahwa perjalanan menuju gelar membutuhkan banyak pertandingan penting. Menariknya, ia juga mengakui bahwa pengalaman kalah membawa pelajaran berharga. Kekalahan tersebut membantunya memahami kelemahan yang harus diperbaiki. Kini, Pico ingin menjadikan pengalaman itu sebagai bekal ketika menghadapi persaingan kelas bulu UFC yang semakin ketat.
Baca Juga :Wilder dan Opetaia Dikabarkan Sepakat, Duel Kelas Berat Makin Panas
Aaron Pico Tidak Mau Terjebak Perhitungan Peringkat UFC
Berbeda dengan sebagian petarung yang sangat memperhatikan posisi peringkat, Aaron Pico memiliki pandangan lebih sederhana. Ia mengaku tidak terlalu memikirkan apakah calon lawannya berada di urutan kelima, kesepuluh, atau bahkan belum masuk daftar peringkat. Menurutnya, tujuan utama seorang petarung adalah menghadapi lawan terbaik dan terus meningkatkan kemampuan. Karena itu, ia menyerahkan banyak urusan pemilihan pertandingan kepada manajernya. Pico juga membayangkan bagaimana dirinya akan mengenang karier ketika sudah memasuki usia tua. Ia ingin merasa bangga karena pernah menerima berbagai tantangan tanpa terlalu banyak memilih lawan. Pendekatan tersebut mencerminkan ambisi yang tidak hanya berpusat pada popularitas atau keuntungan sesaat. Namun, keputusan mengenai pertandingan tetap memerlukan pertimbangan profesional. Jadwal, kondisi fisik, dan peluang perkembangan karier tetap menjadi faktor penting. Meski begitu, Aaron Pico UFC menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi siapa pun yang diberikan organisasi.
Mentalitas Belajar Menjadi Senjata Penting dalam Karier Pico
Walaupun sudah memiliki pengalaman panjang dalam olahraga bela diri campuran, Aaron Pico masih menganggap dirinya sebagai petarung yang terus belajar. Ia menyadari bahwa persaingan UFC menghadirkan tantangan berbeda pada setiap pertandingan. Karena itu, Pico berusaha mempertahankan rasa ingin tahu dan keterbukaan terhadap berbagai pengalaman baru. Ia juga tidak menutupi perasaan gugup ketika menghadapi pertandingan besar. Menurutnya, tekanan dan kekhawatiran merupakan bagian alami dari kehidupan seorang atlet profesional. Namun, perasaan tersebut tidak boleh menghalangi keberanian untuk menerima tantangan. Sebaliknya, Pico ingin menggunakan tekanan sebagai dorongan untuk mempersiapkan diri lebih baik. Sikap tersebut menjadi penting setelah dirinya mengalami kekalahan dan kemudian bangkit melalui kemenangan. Setiap hasil memberikan pelajaran yang dapat digunakan pada pertandingan berikutnya. Dengan pendekatan tersebut, Pico berharap mampu berkembang secara konsisten tanpa kehilangan keberanian menghadapi petarung yang memiliki reputasi lebih tinggi.
Ambisi Menjadi Juara UFC Tetap Menjadi Tujuan Terbesar
Di balik sikap santainya mengenai pemilihan lawan, Aaron Pico sebenarnya memiliki ambisi yang sangat jelas. Ia ingin menjadi juara dunia UFC dan membuktikan diri sebagai salah satu petarung terbaik di kelas bulu. Namun, Pico memahami bahwa perjalanan menuju sabuk juara tidak bisa berlangsung secara instan. Ia harus terus meningkatkan kemampuan, menjaga kondisi fisik, dan menghadapi lawan dengan karakter berbeda. Karena itu, kemenangan atas Losene Keita menjadi langkah penting, tetapi bukan akhir perjuangannya. Pertandingan melawan Sterling, Vallejos, atau Murphy dapat membuka peluang baru apabila UFC memutuskan mempertemukan mereka. Meski begitu, Pico tidak ingin menggantungkan masa depannya pada satu nama tertentu. Ia memilih mempercayai proses dan terus bekerja keras dalam latihan. Bagi Aaron Pico UFC, keberanian menghadapi siapa saja merupakan bagian dari perjalanan menuju gelar. Kini, setiap kesempatan bertarung menjadi peluang untuk semakin mendekati impian terbesarnya.