Inews Combat Sports – Dunia MMA masih membicarakan hasil pertarungan besar antara Alex Pereira dan Ciryl Gane di ajang UFC White House. Pertarungan yang semula diprediksi menjadi momen bersejarah bagi Pereira justru berakhir dengan kekalahan yang mengejutkan. Petarung asal Brasil itu gagal mewujudkan ambisinya menjadi juara UFC di tiga divisi berbeda setelah dihentikan pada ronde kedua. Namun, alih-alih menerima hasil pertandingan begitu saja, Pereira memilih angkat bicara dan mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, terdapat sejumlah pukulan ilegal yang seharusnya mendapat perhatian dari wasit Herb Dean. Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar dan analis MMA. Banyak pihak mulai meninjau ulang rekaman pertandingan untuk melihat apakah keputusan penghentian laga memang berlangsung secara adil sesuai aturan yang berlaku.
Alex Pereira Menilai Wasit Gagal Menjalankan Tugas
Dalam pernyataan pertamanya setelah pertarungan, Alex Pereira tidak menyembunyikan rasa frustrasinya. Ia secara terbuka mengkritik kinerja Herb Dean yang dianggap gagal menghentikan aksi lawannya ketika sejumlah pukulan mengenai bagian belakang kepala. Area tersebut dikenal sebagai salah satu titik yang dilarang dalam aturan MMA profesional. Pereira menilai seorang wasit memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keselamatan petarung selama pertandingan berlangsung. Oleh karena itu, ia merasa tindakan Dean yang membiarkan pertarungan berlanjut menjadi kesalahan serius. Menurut Pereira, keputusan untuk menghentikan laga sementara demi mengevaluasi pukulan ilegal seharusnya tidak menimbulkan kontroversi. Justru, langkah tersebut dianggap akan menunjukkan profesionalisme seorang pengadil. Kritik keras ini kemudian menjadi sorotan utama karena jarang ada petarung yang secara langsung mempertanyakan kredibilitas wasit setelah laga besar.
Baca Juga : Sam Goodman Dapat Peluang Emas Rebut Gelar Dunia Interim
Dugaan Pukulan Ilegal Menjadi Sumber Kontroversi
Kontroversi semakin membesar ketika sejumlah cuplikan video beredar di media sosial. Beberapa penggemar menyoroti momen saat Ciryl Gane melancarkan serangan beruntun yang diduga mengenai bagian belakang kepala Pereira. Meski tidak semua pihak sepakat dengan interpretasi tersebut, perdebatan terus berkembang sepanjang pekan. Pereira mengaku bahwa pukulan pertama yang menjatuhkannya memang sah dan efektif. Namun, ia percaya situasi berubah setelah dirinya berada dalam posisi bertahan. Dalam kondisi itu, beberapa serangan berikutnya dianggap melanggar aturan. Menurut Pereira, pukulan-pukulan tersebut memengaruhi kemampuannya untuk pulih dan melanjutkan pertarungan secara maksimal. Oleh sebab itu, ia merasa hasil pertandingan tidak sepenuhnya mencerminkan apa yang terjadi di dalam oktagon. Pandangan tersebut membuat banyak pengamat meminta evaluasi lebih lanjut terhadap insiden yang terjadi.
Riwayat Kontroversi Ciryl Gane Kembali Disorot
Kemarahan Pereira juga dipengaruhi oleh reputasi Ciryl Gane yang sebelumnya beberapa kali terlibat dalam insiden kontroversial di dalam arena. Dalam wawancaranya, Pereira menyebut dirinya sudah mewaspadai kemungkinan pelanggaran sejak sebelum pertandingan dimulai. Bahkan, ia mengaku sempat meminta timnya untuk mengingatkan pihak wasit mengenai sejarah insiden yang pernah melibatkan lawannya. Beberapa penggemar kemudian mengingat kembali kasus-kasus sebelumnya yang membuat nama Gane menjadi bahan perdebatan. Walaupun tidak semua insiden terbukti disengaja, catatan tersebut membuat banyak pihak semakin tertarik mengulas laga UFC White House secara mendalam. Pereira menilai bahwa petarung harus bertanggung jawab atas setiap tindakan di dalam arena. Karena itu, ia berharap kejadian serupa tidak terulang pada pertandingan besar berikutnya demi menjaga integritas olahraga MMA.
Baca Juga : Abraham Perez Tak Terkalahkan, Gelar Interim WBA Kini Miliknya
Mimpi Menjadi Juara Tiga Divisi Harus Tertunda
Di balik kontroversi tersebut, ada satu fakta yang paling menyakitkan bagi Pereira. Kekalahan itu membuat impiannya menjadi juara UFC di tiga kelas berbeda harus tertunda. Sebelumnya, ia telah sukses merebut sabuk juara kelas menengah dan kelas berat ringan. Kesempatan untuk menambah koleksi gelar di kelas berat dianggap sebagai peluang emas yang jarang dimiliki petarung mana pun. Banyak penggemar melihat laga melawan Gane sebagai kesempatan terbaik untuk mencetak sejarah baru di UFC. Sayangnya, hasil akhir tidak berjalan sesuai harapan. Meski demikian, Pereira menunjukkan sikap yang relatif tenang ketika membahas masa depannya. Ia mengakui bahwa mengambil risiko selalu menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Baginya, keberanian untuk menghadapi tantangan baru adalah alasan utama mengapa dirinya mampu mencapai posisi sekarang.
Alex Pereira Dorong Pertandingan Ulang Secepatnya
Setelah kekalahan tersebut, Pereira langsung mengajukan satu permintaan yang dianggap paling masuk akal menurut versinya. Ia ingin mendapatkan pertandingan ulang melawan Ciryl Gane. Menurutnya, duel pertama berakhir dengan terlalu banyak tanda tanya sehingga layak mendapat kesempatan kedua. Selain itu, ia percaya pertandingan ulang akan menarik perhatian besar dari publik karena kontroversi yang menyertainya. Pereira mengungkapkan bahwa dirinya sudah berdiskusi dengan manajemen UFC mengenai kemungkinan tersebut. Meski belum ada keputusan resmi, ia berharap organisasi dapat mempertimbangkan seluruh aspek yang terjadi dalam laga sebelumnya. Pertandingan ulang diyakini tidak hanya memberikan jawaban bagi Pereira, tetapi juga bagi para penggemar yang masih mempertanyakan hasil duel di UFC White House. Hingga saat ini, banyak pihak menunggu sikap resmi UFC terkait permintaan tersebut.
Janji Pereira untuk Bangkit Lebih Kuat
Meskipun mengalami malam yang sulit, Alex Pereira menegaskan bahwa kekalahan ini tidak akan mengubah mentalitasnya sebagai petarung. Ia tetap bangga dengan keputusan naik ke kelas berat dan mencoba menorehkan sejarah baru. Menurut Pereira, risiko selalu menjadi bagian penting dari setiap langkah besar yang pernah ia ambil dalam kariernya. Dari dunia kickboxing hingga menjadi juara UFC dua divisi, semua pencapaian tersebut lahir dari keberanian menghadapi tantangan. Karena itu, ia tidak menyesali keputusannya bertarung melawan Gane. Sebaliknya, Pereira justru melihat pengalaman ini sebagai bahan bakar untuk kembali berkembang. Ia berjanji akan kembali berlatih dengan disiplin yang sama, memperbaiki kekurangan, dan menunjukkan versi terbaik dirinya di masa depan. Pesan itu menjadi sinyal bahwa perjalanan sang petarung Brasil masih jauh dari kata selesai.