Inews Combat Sports – Dunia UFC kembali diramaikan oleh pernyataan kontroversial dari Brendan Allen. Petarung kelas menengah yang sedang menanjak itu mengungkap alasan mengapa duel yang dinantikan melawan mantan juara, Dricus du Plessis, tidak pernah terealisasi. Padahal, banyak pengamat menilai pertarungan tersebut sangat masuk akal setelah Allen meraih kemenangan impresif atas Reinier de Ridder pada 2025 lalu. Namun, alih-alih mendapatkan kesempatan menghadapi nama besar di divisinya, Allen justru harus menerima laga melawan Edmen Shahbazyan di UFC Vegas. Meski demikian, petarung berusia 29 tahun itu tidak ingin terlalu lama terjebak dalam kekecewaan. Sebaliknya, ia memilih menjadikan situasi tersebut sebagai bahan bakar motivasi untuk terus berkembang. Kisah ini pun memperlihatkan bagaimana dunia MMA sering kali dipenuhi dinamika yang tidak selalu berjalan sesuai rencana para atlet.
Duel Melawan Dricus du Plessis Sempat Dianggap Hampir Pasti Terjadi
Menurut Brendan Allen, pertarungan melawan Dricus du Plessis sebenarnya sempat berada di tahap yang sangat dekat dengan kesepakatan. Bahkan, ia mengaku mendapat informasi bahwa laga tersebut hampir resmi diumumkan pada awal tahun. Karena itu, Allen mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi salah satu nama terbesar di divisi middleweight. Namun, situasi berubah ketika muncul kabar bahwa du Plessis mengalami cedera dan harus menunda jadwal pertandingannya hingga pertengahan tahun. Di sisi lain, Allen mengaku merasa bingung karena beberapa waktu setelah kabar cedera muncul, sang rival justru terlihat kembali mengunggah video latihan. Akibatnya, muncul rasa frustrasi karena kesempatan besar yang sudah di depan mata tiba-tiba menghilang. Meski tidak menuduh pihak tertentu secara langsung, Allen mengakui bahwa dirinya merasa situasi tersebut tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Keinginan Bertarung Lebih Besar daripada Menunggu
Banyak petarung memilih menunggu peluang besar demi mendapatkan pertarungan yang lebih menguntungkan. Namun, Brendan Allen memiliki pandangan berbeda. Ia mengaku tidak ingin menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk menunggu kepastian yang belum tentu datang. Selain itu, sebagai atlet profesional, ia juga memiliki tanggung jawab finansial dan keluarga yang harus dipenuhi. Karena itu, Allen terus meminta UFC mencarikan lawan alternatif ketika duel melawan du Plessis tidak kunjung terwujud. Di sisi lain, beberapa nama besar yang ia incar ternyata tidak tersedia karena berbagai alasan, mulai dari cedera hingga jadwal yang tidak cocok. Situasi tersebut membuat Allen akhirnya mengambil keputusan pragmatis. Daripada terus menunggu tanpa kepastian, ia memilih tetap bertarung agar ritme kompetisinya tetap terjaga dan kariernya terus bergerak maju.
Edmen Shahbazyan Datang Sebagai Kesempatan Tak Terduga
Ketika banyak nama lain tidak tersedia, Edmen Shahbazyan muncul sebagai opsi yang akhirnya diterima oleh UFC dan Brendan Allen. Meski belum berada di papan atas peringkat, Shahbazyan datang dengan modal yang cukup baik. Ia sedang mencatat tren positif setelah meraih tiga kemenangan beruntun. Karena itu, Allen melihat laga ini tetap memiliki nilai kompetitif yang menarik. Di sisi lain, keputusan menerima lawan yang tidak berada dalam jajaran elite divisi sempat mengejutkan sebagian penggemar UFC. Banyak yang mempertanyakan mengapa petarung lima besar seperti Allen justru menghadapi lawan yang belum masuk perburuan gelar. Namun, bagi Allen, kesempatan untuk bertarung jauh lebih penting dibanding sekadar menunggu lawan yang dianggap ideal. Ia percaya setiap pertarungan dapat menjadi sarana untuk menunjukkan perkembangan dan kualitas dirinya di dalam oktagon.
Motivasi Finansial Menjadi Faktor yang Jujur Diakui
Dalam dunia olahraga profesional, faktor finansial sering kali menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Brendan Allen pun mengaku secara terbuka bahwa kebutuhan ekonomi menjadi salah satu alasan dirinya tetap aktif bertarung. Selain ingin terus berkembang sebagai atlet, ia juga memiliki target kehidupan yang ingin diwujudkan bersama keluarganya. Karena itu, menunggu terlalu lama bukan pilihan yang menurutnya masuk akal. Di sisi lain, Allen menunjukkan sikap yang cukup realistis mengenai profesinya sebagai petarung. Ia memahami bahwa setiap laga memberikan peluang untuk mendapatkan penghasilan, bonus performa, dan eksposur yang lebih besar. Dengan tetap aktif tampil, ia berharap dapat membangun masa depan yang lebih baik sambil terus mengejar impian menjadi juara dunia UFC. Pendekatan ini memperlihatkan sisi manusiawi seorang atlet yang juga memikirkan stabilitas hidup di luar arena pertarungan.
Allen Ingin Membuktikan Kemampuannya di Segala Aspek
Meski banyak yang memandang dirinya unggul atas Shahbazyan, Allen menegaskan bahwa ia tidak ingin meremehkan lawannya. Sebaliknya, ia bertekad menunjukkan kemampuan terbaik di setiap aspek pertarungan. Selain memiliki kemampuan grappling yang kuat, Allen juga percaya diri dengan kualitas striking yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, ia siap bertarung dalam skenario apa pun yang terjadi di dalam oktagon. Di sisi lain, petarung asal Amerika Serikat tersebut mengaku ingin memberikan penampilan yang menghibur bagi para penggemar. Ia tidak ingin sekadar menang angka, tetapi berusaha tampil dominan sejak ronde pertama. Dengan tekanan agresif dan tempo tinggi, Allen berharap mampu mengendalikan jalannya pertandingan sekaligus mengirim pesan kepada seluruh divisi middleweight bahwa dirinya tetap menjadi ancaman serius.
UFC Vegas Menjadi Panggung untuk Mengingatkan Divisi Middleweight
Bagi Brendan Allen, pertarungan melawan Edmen Shahbazyan bukan sekadar laga biasa. Meski tidak melibatkan perebutan gelar atau lawan papan atas, pertandingan ini tetap memiliki arti penting bagi perjalanan kariernya. Karena itu, ia melihat UFC Vegas sebagai kesempatan untuk mengingatkan semua orang tentang posisinya di divisi middleweight. Di sisi lain, kemenangan meyakinkan dapat membuka kembali peluang menghadapi nama-nama besar yang sebelumnya gagal terealisasi. Allen memahami bahwa dunia MMA bergerak sangat cepat dan satu penampilan impresif dapat mengubah arah karier secara signifikan. Dengan motivasi yang tinggi dan rasa lapar untuk terus berkembang, ia ingin membuktikan bahwa dirinya layak berada dalam pembicaraan menuju perebutan gelar juara di masa mendatang.